Singaraja (BIMAS HINDU) — Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja menyelenggarakan kegiatan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 3 Tahun 2025, yang dilaksanakan hari ini. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kualitas dan profesionalisme Guru Pendidikan Agama Hindu di Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. I Nengah Duija, Direktur Pendidikan Hindu, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H, Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A, Kepala Bidang Pendidikan Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Bali, I Made Subawa, S.E., M.Pd, Kepala Bagian AUAK IAHN Mpu Kuturan, para dosen LPTK PPG Agama Hindu IAHN Mpu Kuturan, serta para peserta yudisium dan pengukuhan Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 3 Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, menekankan pentingnya rasa syukur dan kesadaran akan kemuliaan profesi guru. Ia menyampaikan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai jembatan epistemologi dalam mentransfer nilai, pengetahuan, dan karakter kepada generasi penerus. Menurutnya, menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan mulia yang menentukan arah masa depan bangsa.
Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, menyampaikan rasa bangga atas capaian besar penyelenggaraan PPG Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang, kerja keras, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Dirjen menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Ditjen Bimas Hindu berhasil menuntaskan PPG sekitar 3.700 guru dan guru Widyalaya, baik guru umum maupun guru agama. Capaian tersebut menandai bahwa penyelenggaraan PPG Hindu pada tahun 2025 telah tuntas dan berjalan dengan baik.
Lebih lanjut, Dirjen Bimas Hindu menyebutkan bahwa penyelenggaraan PPG kali ini bersifat transformatif, seiring dengan bertambahnya jumlah LPTK PPG Agama Hindu yang kini telah berjumlah empat lembaga. Hal ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem pendidikan profesi guru Agama Hindu secara nasional.
.jpeg)
Program Studi PPG Agama Hindu IAHN Mpu Kuturan sendiri resmi berdiri pada 2 Maret 2023 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 231 Tahun 2023. Pada Batch 3 Tahun 2025 ini, sebanyak 650 calon peserta ditempatkan di LPTK IAHN Mpu Kuturan, dengan 642 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan mengikuti seluruh tahapan program. Peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, antara lain Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten, dan Gorontalo.
Proses pembelajaran PPG Dalam Jabatan Batch 3 Tahun 2025 dilaksanakan selama kurang lebih 40 hari, mulai 1 September hingga 8 Oktober 2025, dengan format PPG Transformasi+ yang dilaksanakan secara penuh daring melalui Learning Management System (LMS) Panitia Nasional PPG Kementerian Agama. Peserta menempuh tiga modul utama, yakni Pendalaman Materi Profesional, Pendalaman Materi Pedagogik, dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran, yang dilanjutkan dengan Ujian Pengetahuan dan Uji Kinerja (UKin).
Berdasarkan hasil UKMPPG, LPTK IAHN Mpu Kuturan berhasil meluluskan 100 persen peserta PPG Agama Hindu Tahun 2025, baik dari Batch 1 maupun Batch 3, setelah seluruh peserta termasuk retaker dinyatakan lulus. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen LPTK IAHN Mpu Kuturan dalam menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan profesi guru.

Adapun kegiatan yudisium dan pengukuhan ini diikuti oleh 340 peserta secara luring dan 308 peserta secara daring melalui Zoom Meeting. Pada kesempatan tersebut, juga disampaikan duka cita atas berpulangnya salah satu peserta PPG Batch 3, almarhum Sukla Ajj Putra, dengan doa agar atma beliau bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Pengukuhan Guru Profesional ini diharapkan semakin memperkuat peran Guru Pendidikan Agama Hindu sebagai pendidik yang profesional, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era transformasi. Astungkara, capaian ini menjadi keberhasilan bersama dalam memajukan pendidikan Hindu di Indonesia.