Menyemai "Benih Cinta" di Kabupaten Klungkung: Langkah Nyata Cegah Stunting Berbasis Keluarga

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung dan Majelis Desa Adat (MDA) se-Kabupaten Klungkung

KLUNGKUNG (BIMAS HINDU) - Upaya penanganan dan pencegahan stunting tidak cukup hanya menyentuh aspek medis belaka, melainkan harus dimulai dari fondasi paling mendasar, yaitu kesiapan sebuah keluarga. Menyadari krusialnya hal tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung hadir dan berperan aktif dalam kegiatan sosialisasi kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung di Aula Dinas Kesehatan, Senin (27/7/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari para Kepala Desa perwakilan tiap kecamatan serta tokoh dan prajuru adat yang tergabung dalam Majelis Desa Adat (MDA) se-Kabupaten Klungkung. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesepahaman bersama bahwa pencegahan stunting membutuhkan komitmen, sinergi, dan partisipasi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Ayu Putri Suryaningrat, menegaskan pentingnya pembinaan keagamaan pada fase pra-nikah melalui bimbingan Calon Pengantin (Catin) sebagai benteng utama dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera dan sehat berkualitas.

"Pembinaan calon pengantin merupakan langkah awal yang sangat krusial untuk membekali pasangan muda dengan kesiapan mental, spiritual, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi keluarga. Dari rumah tangga yang harmonis dan paham akan kesehatan, akan lahir generasi penerus yang sehat, cerdas, dan tangguh," papar Ayu Putri Suryaningrat.

Sebagai wujud refleksi nilai keagamaan yang aplikatif, Bimas Hindu Kemenag Klungkung juga mengintegrasikan upaya ini melalui Program Benih Cinta. Melalui program ini, setiap pasangan calon pengantin diajak untuk menanam bibit tanaman sebagai filosofi bertumbuhnya rasa cinta, tanggung jawab, serta komitmen dalam membangun bahtera rumah tangga yang selaras dengan nilai-nilai Tri Hita Karana.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, I Wayan Suardana, menyambut hangat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi aktif Penyuluh Agama Hindu.

"Sinergi antara Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama melalui pembinaan calon pengantin ini merupakan bentuk sinkronisasi yang sangat positif. Kami berharap keterpaduan lintas sektor ini terus berlanjut demi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Klungkung," ungkap I Wayan Suardana.

Keterlibatan aktif Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung dalam isu-isu kesehatan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai ajaran Hindu hadir menjawab tantangan sosial umat. Pembinaan keagamaan kini tidak hanya berfokus pada ritul ritualistik, melainkan diterjemahkan dalam aksi nyata yang memberikan kemanfaatan langsung bagi masyarakat.


Berita Daerah LAINNYA