RBKS Jembrana Gelar Bimtek Admin Desa Adat Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin Desa Adat

Jembrana (Humas Hindu)-Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Kabupaten Jembrana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin Desa Adat dalam rangka mendukung program pemerintah terkait percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini melibatkan seluruh admin desa adat dari setiap kecamatan di Kabupaten Jembrana dan merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun generasi Hindu yang sehat dan berkualitas.

Ketua RBKS Jembrana, I Gusti Ngurah Komang Sukatama, menyampaikan bahwa Bimtek ini memiliki tujuan utama memaksimalkan penjaringan dan pendataan calon pengantin (catin) umat Hindu, sehingga data yang masuk dapat terhimpun secara akurat, lengkap, dan sistematis.

“Selama ini pencatatan calon pengantin di desa adat belum optimal. Melalui kegiatan ini, admin desa adat dibimbing untuk menginput data catin ke dalam web RBKS, sehingga mempermudah pengelolaan informasi, memantau kesehatan calon pengantin, dan menjadi dasar intervensi pencegahan stunting sejak dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekretaris RBKS Jembrana, I Gusti Putu Arsa Suwindana, menegaskan bahwa data yang terhimpun akan menjadi landasan penting bagi Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Penyuluh Agama Hindu dalam memberikan bimbingan perkawinan dan pemeriksaan kesehatan pra-nikah.

“Selama ini, bimbingan dan pemeriksaan kesehatan calon pengantin belum berjalan maksimal, sehingga berdampak pada rendahnya input data di aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) dari BKKBN. Dengan Bimtek ini, diharapkan sinergi antara RBKS, penyuluh, dan desa adat dalam percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Bimtek RBKS Jembrana dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan, sesuai jadwal berikut:

•    13 Oktober: Kecamatan Negara dan Jembrana
•    14 Oktober: Kecamatan Mendoyo
•    15 Oktober: Kecamatan Pekutatan
•    17 Oktober: Kecamatan Melaya

Program RBKS merupakan program prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, yang diluncurkan sejak 2024. Program ini berfokus pada pembinaan, konseling, dan bimbingan perkawinan bagi remaja serta calon pengantin, dengan pemeriksaan kesehatan pra-nikah sebagai langkah awal pencegahan stunting dari hulu.

RBKS Jembrana berharap kegiatan Bimtek ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendataan calon pengantin, tetapi juga membangun kesadaran umat Hindu tentang pentingnya kesehatan keluarga sejak dini. Dengan pengelolaan data yang baik, langkah-langkah preventif terhadap stunting dapat dilakukan secara lebih terencana dan menyeluruh.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas admin desa adat, agar mampu mendukung program pemerintah dan menjembatani komunikasi antara masyarakat, penyuluh agama, dan tim kesehatan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari desa adat hingga Kementerian Agama, demi terciptanya generasi Hindu yang sehat, cerdas, dan produktif.

Ketua RBKS Jembrana, I Gusti Ngurah Komang Sukatama, menambahkan “RBKS berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kami menyiapkan generasi Hindu yang tangguh, sehat, dan berdaya saing, serta membangun keluarga yang sadar akan pentingnya gizi, kesehatan, dan pendidikan sejak awal.”

Dengan terselenggaranya Bimtek Admin Desa Adat ini, RBKS Jembrana membuktikan peran aktifnya dalam mengoptimalkan program pencegahan stunting nasional, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, sehat, berdaya, dan berakhlak mulia.


Berita Daerah LAINNYA