Jakarta (Bimas Hindu) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija, menerima audiensi jajaran pengurus Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Ruang Sidang Ditjen Bimas Hindu lantai 14, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi kelembagaan dan dukungan terhadap program strategis KMHDI dalam membangun kapasitas mahasiswa Hindu di Indonesia.
Audensi ini diterima langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija didampingi oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Ida Made Pidada Manuaba, Direktur Urusan Agama Hindu Ida Bagus Ketut Drana Arimbawa, Kasubdit Kelembagaan I Wayan Budiantara.
.jpeg)
Dalam audiensi ini, pengurus KMHDI mengatakan bahwa organisasi KMHDI tersebar di 22 provinsi dengan 14 Pimpinan Daerah (PD), 37 Pimpinan Cabang (PC), dan 8 Bakal Pimpinan Cabang (BPC). Berdasarkan data internal organisasi, jumlah kader aktif KMHDI mencapai 10.964 mahasiswa dengan total anggota sebanyak 18.619 orang. Dari jumlah tersebut, 6.478 merupakan kader perempuan (59 persen) dan 4.486 kader laki-laki (41 persen).
KMHDI juga menyampaikan program prioritas periode 2023–2025, di antaranya kaderisasi pokok (KT1, KT2, dan KT3), kerja sama dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) se-Indonesia, Sekolah Kader Perempuan, pelatihan UMKM dan ekonomi kreatif, digitalisasi organisasi, pendidikan politik, pelatihan advokasi dan pendampingan hukum, hingga rencana pembentukan cabang luar negeri. Selain itu, organisasi tengah membangun Creative Space KMHDI yang ditargetkan rampung bertahap pada 2026 dan diresmikan pada 3 September 2026.
.jpeg)
Menanggapi paparan tersebut, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan apresiasi atas kinerja organisasi KMHDI yang dinilai konsisten dalam membina dan mengembangkan generasi muda Hindu. Ia menegaskan bahwa berbagai program yang dijalankan KMHDI telah sejalan dengan aktivitas dan arah kebijakan Ditjen Bimas Hindu, khususnya dalam penguatan kaderisasi dan pemberdayaan umat.
Prof. I Nengah Duija menekankan agar anggaran yang tersedia dapat diprioritaskan pada kegiatan penguatan sumber daya manusia (SDM), sehingga mampu mencetak kader-kader yang berintegritas, kompeten, dan memiliki daya saing. Selain itu, ia mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) di seluruh Indonesia untuk menjadi sumber kaderisasi KMHDI, sehingga proses pembinaan mahasiswa Hindu dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan.
.jpeg)
Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan kebijakan dan sinergi program antara KMHDI dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir kader-kader muda Hindu yang berintegritas, adaptif, serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dan kehidupan keagamaan yang harmonis di Indonesia.
