Selasa, 4 Juli 2017, 15:24

Cerdas Intelektual Spiritual Lahirkan Pribadi Unggul

Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ida Made Windya ketika memberikan materi dalam kegiatan Orientasi Peningkatan Mutu Siswa

Batu (Bimas Hindu) Siswa-siswi Hindu hendaknya lebih mengenal kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri sendiri sehingga mereka bisa lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi diri.

Hal tersebut disampaikan oleh Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ida Made Windya ketika memberikan sambutan dalam kegiatan Orientasi Peningkatan Mutu Siswa Pada Sekolah Minggu / Pasraman Angkatan II di Kartika Wijaya Batu Heritage Hotel.

Siswa-siswi bisa menjadi pribadi yang sukses jika mereka telah cerdas secara intelektual, emosional dan cerdas secara spiritual, tegas Ida Made Windya belum lama ini.

Melalui materi-materi yang berkualitas, karakter mereka akan dibentuk menjadi generasi emas Hindu pada tahun 2045. Seperti materi Dharmagita dan refleksi yang mampu menghaluskan jiwa, materi Yoga Asanas mampu meningkatkan konsentrasi, belajar bahasa Sansekerta melalui materi pengenalan huruf Dewanagari.

Selain itu, siswa-siswi diharapkan bisa memiliki pola pikir dan perilaku positif, memiliki visi misi yang jelas, sehingga semua cita-cita bisa tercapai.

Yuliana dalam materi Dharmagita mengatakan Dharma Gita mempunyai patokan-patokan baku, yang tak bisa dilanggar apabila ditiadakan. Di seluruh Indonesia seharusnya memakai dasar dan patokan yang sama dalam membawakannya.

Di sini tentu terjadi perbedaan warna suara, karena beda cengkok, kadar pemahaman dan penghayatan yang berlainan, juga karena dialek desa-kala-patra, kata Yuliana.

Miswanto dalam materi Dewanegari mengungkapkan selama ini pemahaman peserta tentang bahasa Sanskerta masih sebatas bahasa pasif, serta tidak digunakan sebagai bahasa pergaulan. Ia pun memperkenalkan bahasa Sansekerta kepada peserta sebagai bahasa pergaulan dengan cara yang mudah.

Peserta tidak hanya saya ajari menulis, tapi juga membaca, menyimak, dan berbicara dengan menggunakan bahasa Sanskerta, ungkap Miswanto.

Miswanto berharap bahasa Sansekerta bisa digunakan menjadi bahasa aktif layaknya bahasa Inggris, Jerman, dan Arab dan lain-lain.

Sedangkan Nyoman Widhiarsana dalam materi Refleksi dan Kontemplasi menegaskan langkah-langkah melakukan refleksi dan afirmasi antara lain menemukan jati diri, kekurangan dan kelebihan, menemukan impian, mengambil keputusan, afirmasi, perkuat relasi, dan terakhir adalah action.

Ketua Panitia, Ni Putu Sinta Ismayarti, mengatakan 50 peserta yang hadir pada angkatan 2 merupakan perwakilan siswa-siswa pasraman tingkat SMA. Mereka berasal dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.*Titah

Berita Lainnya
Selasa, 12 September 2017, 14:48

Juara Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi keagamaan Hindu Tingkat Nasional VI Tahun 2017 Di Lampung

Selasa, 12 September 2017, 14:38

Penutupan Temu Karya Ilmiah Keagamaan Hindu Tingkat Nasional Tahun 2017

Jumat, 18 Agustus 2017, 16:23

Doa Bersama Dilakukan di Pura Agung Jagatnatha

Rabu, 16 Agustus 2017, 10:24

Jambore Pasraman Mampu Tingkatkan Kreativitas Anak

Selasa, 15 Agustus 2017, 09:14

Lahirkan Guru Agama Hindu Nusantara Multitalenta