Kendari (BIMAS HINDU) — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, hadir dalam rangkaian kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist Nasional (STQHN) XXVII Tahun 2025 yang diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Sabtu (11/10/2025).

Salah satu rangkaian yang menarik perhatian publik adalah Pawai Kendaraan Hias STQHN 2025 yang berlangsung meriah. Ribuan warga Kota Kendari tumpah ruah di sepanjang jalan, menyaksikan pawai yang menampilkan beragam budaya Nusantara. Rute pawai dimulai dari Lapangan Benua-Benua dan berakhir di Alun-alun Kota Kendari dengan ikon Tugu Religi yang menjadi simbol harmoni antarumat beragama di Sulawesi Tenggara.
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang turut menyaksikan pawai memberikan apresiasi atas semangat dan kreativitas seluruh peserta. “Pawai ini bukan sekadar hiburan, tapi wujud nyata dari semangat persaudaraan dan cinta tanah air yang ditampilkan melalui kearifan budaya masing-masing daerah,” ujarnya.

Kehadiran Dirjen Bimas Hindu juga menandai komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat semangat kebersamaan dan moderasi beragama di Indonesia. Dalam kegiatan pembukaan STQHN 2025 tersebut, hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Agama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Gubernur Sulawesi Tengah, para Eselon I Kementerian Agama, Forkopimda Provinsi Sultra, Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Beragam penampilan menarik menghiasi pawai ini. Kafilah Sulawesi Tengah menampilkan rumah adat bertuliskan “Raha Adati Tobungku” sebagai simbol kearifan lokal. Kafilah Papua mempersembahkan miniatur Rumah Hanoi, sementara Papua Barat menampilkan simbol Satu Tungku Tiga Batu yang merepresentasikan persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Dari Maluku Utara, penonton dibuat kagum oleh replika perahu Kora-Kora, lengkap dengan busana pengantin adat dan representasi empat etnis besar seperti Tobelo, Galela, Ternate, dan Makian. Sementara itu, Kalimantan Utara menampilkan ornamen keharmonisan yang menggambarkan daerah dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama tertinggi secara nasional pada 2022. Sulawesi Selatan turut menampilkan ikon perahu Pinisi, simbol kejayaan pelaut Bugis-Makassar.
Kehadiran Dirjen Bimas Hindu dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan dan solidaritas antarumat beragama. Melalui momentum STQHN, semangat kerukunan dan kebhinekaan tampak nyata dalam kehidupan masyarakat Indonesia.