Nusa Penida (Bimas Hindu)-Penguatan fondasi karakter anak sejak usia dini terus dikebut melalui sinergi terintegrasi antara jajaran pemerintah daerah, pakar pendidikan, dan tokoh masyarakat. Komitmen bersama ini diwujudkan dalam forum koordinasi strategis penguatan pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berlangsung di Kantor Camat Nusa Penida, Klungkung, Kamis (21/5/26).
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Ibu Bupati Klungkung, Ibu Camat Nusa Penida, perwakilan Pratama Widyalaya/Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bali, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, serta para Bunda Desa se-Kecamatan Nusa Penida. Kehadiran perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Klungkung ini menjadi manifestasi nyata dari pelaksanaan program "Kemenag Berdampak", khususnya dalam mengawal mutu pendidikan keagamaan, nilai-nilai budaya, serta pembentukan akhlak anak sejak masa keemasan (golden age). Selain itu berkumpulnya para pemangku kepentingan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempererat komitmen dalam menaikkan kelas mutu pendidikan pra-sekolah di wilayah kepulauan Nusa Penida.
Dalam arahannya, Ibu Bupati Klungkung menggarisbawahi bahwa masa pra-sekolah adalah fase paling krusial yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh orang tua maupun pendidik. Menurutnya, sekolah di tingkat usia dini adalah laboratorium pertama pembentukan kepribadian anak.
"Pendidikan pra-sekolah memiliki urgensi yang sangat mendasar bagi pertumbuhan karakter anak. Di sinilah fondasi awal perilaku, disiplin, dan etika mereka dibentuk dengan kuat sebelum nantinya mereka melangkah masuk ke jenjang pendidikan dasar," tegas Ibu Bupati Klungkung.
Menyelaraskan pandangan tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Ni Made Okta Rapinanti, mengingatkan pentingnya menyisipkan nilai-nilai keagamaan (sradha dan bhakti) serta adat budaya lokal di lingkungan terkecil anak, yakni keluarga dan sekolah ramah anak.
"Pendidikan karakter di tingkat PAUD akan jauh lebih kokoh jika kita mampu mengombinasikan kecerdasan sosial anak dengan penanaman nilai agama dan budaya sejak dini. Kementerian Agama berkomitmen penuh untuk terus mendampingi para pendidik dan orang tua di Nusa Penida agar lingkungan belajar pra-sekolah tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga kaya akan stimulasi moral dan spiritual yang ramah anak," ungkap Okta di sela-sela kegiatan koordinasi.
Sepanjang pertemuan, forum mendiskusikan berbagai formulasi strategis untuk menciptakan ekosistem ruang belajar yang aman, nyaman, sekaligus menyenangkan bagi anak-anak. Seluruh unsur yang hadir sepakat bahwa PAUD harus mampu memfasilitasi tumbuh kembang anak secara seimbang, baik dari sisi kecerdasan intelektual, kematangan sosial, maupun penguatan nilai agama dan kebudayaan lokal di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui komitmen kolektif yang melibatkan lingkungan keluarga hingga aparatur desa ini, mutu PAUD di Nusa Penida diharapkan mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil akhir dari sinergi ini bertumpu pada satu tujuan besar, yakni lahirnya generasi penerus Kabupaten Klungkung yang tidak hanya cerdas dan berkualitas secara akademis, namun juga memiliki kepribadian mulia sebagai pilar sumber daya manusia yang unggul di masa depan.