MEJAPA Camp Perkuat Karakter Generasi Muda Hindu lewat Nilai Dharma dan Kepemimpinan

MEJAPA Camp Perkuat Karakter Generasi Muda Hindu lewat Nilai Dharma dan Kepemimpinan

Lombok Barat (Bimas Hindu) – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Barat mengambil peran aktif dalam pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan MEJAPA (Merajut Jalinan Antar Siswa Pasraman) Camp yang digelar di Pasraman Gita Suranadi, Lombok Barat, pada 1–3 Juli 2026. Seluruh materi pembinaan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh anggota Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu (Pokjaluh) Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang diinisiasi DPK P3I Lombok Barat itu diikuti puluhan brahmacari pasraman dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Barat. Selain mempererat persaudaraan antarpeserta, kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, serta pemahaman nilai-nilai Hindu di kalangan generasi muda.

Ketua Pokjaluh Agama Hindu Kabupaten Lombok Barat, I Wayan Bagiarta, mengatakan pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk generasi Hindu yang mampu hidup berdampingan dengan penuh empati dan saling menghargai. Karena itu, peserta dibekali pemahaman mengenai pencegahan perundungan (bullying) berdasarkan nilai-nilai Dharma.

"Bullying bertentangan dengan ajaran Dharma, terutama prinsip Ahimsa, Tat Twam Asi, dan Vasudhaiva Kutumbakam. Melalui MEJAPA Camp ini kami ingin membangun rasa persaudaraan, saling menghormati, serta menumbuhkan kepedulian agar generasi Hindu tumbuh menjadi pribadi yang solid dan saling melindungi," ujarnya.

Penguatan karakter juga diberikan oleh Sekretaris Pokjaluh Agama Hindu Kabupaten Lombok Barat, Ni Wayan Ayunita Padmiyani, yang mengajak peserta membangun etika, terutama dalam memanfaatkan media digital. Menurutnya, kebiasaan berpikir, berkata, dan berperilaku baik menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan era media sosial.

"Masa depan dibentuk dari kebiasaan yang kita lakukan hari ini. Karena itu, biasakan berpikir baik (manacika), berkata baik (wacika), dan berbuat baik (kayika) agar menjadi bekal membangun karakter sekaligus menghadapi perkembangan dunia digital secara bijaksana," katanya.

Sementara itu, Bendahara Pokjaluh Agama Hindu Kabupaten Lombok Barat, I Wayan Sutawa, membawakan materi tentang kepemimpinan Hindu. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak selalu dimaknai sebagai memimpin organisasi besar, tetapi dimulai dari kemampuan mengendalikan diri sebelum memimpin orang lain.

"Pemimpin pertama yang harus kita bangun adalah diri sendiri. Ketika mampu mengarahkan diri ke jalan yang baik, seseorang telah belajar menjadi pemimpin. Nilai-nilai kepemimpinan Hindu melalui Asta Brata menjadi pedoman yang relevan untuk membentuk karakter generasi muda," jelasnya.

MEJAPA Camp tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga wadah pembentukan karakter bagi generasi muda Hindu. Kehadiran para penyuluh agama dalam setiap sesi pembinaan menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menghadirkan pendidikan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan umat dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial.


Berita Daerah LAINNYA