Melalui Tirta Yatra, Umat Hindu Perkuat Harmoni dan Warisan Nusantara

Melalui Tirta Yatra, Umat Hindu Perkuat Harmoni dan Warisan Nusantara

SLEMAN (Bimas Hindu) - Aroma dupa yang menyatu dengan sejuknya udara pagi di kawasan Candi Prambanan menghadirkan suasana sakral saat puluhan umat Hindu dari Kota Batu, Malang, Jawa Timur, melaksanakan Tirta Yatra dan Puja Surya Sewana, Sabtu (23/5/2026). Persembahyangan di kawasan cagar budaya tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum mempererat ikatan spiritual umat Hindu lintas daerah.

Sebanyak 66 umat mengikuti rangkaian persembahyangan yang dipuput oleh Ida Rsi Begawan Putra Nata Anom Pemayun Wilatikta. Rombongan dipimpin Ketua PHDI Kota Batu Malang, Pariyanto, dan disambut Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama DIY, Didik Widya Putra, bersama Jero Gede Purwanto serta Mangku Made Neso.

Tirta Yatra yang dilaksanakan di salah satu situs Hindu terbesar di Indonesia itu bukan hanya dimaknai sebagai perjalanan rohani, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap jejak peradaban leluhur yang masih hidup hingga kini. Di tengah megahnya arsitektur Candi Prambanan, umat larut dalam doa dan puja bhakti yang berlangsung penuh ketenangan.

Pembimas Hindu DIY, Didik Widya Putra, mengatakan keberadaan situs-situs suci seperti Candi Prambanan memiliki makna penting dalam membangun kesadaran sejarah dan spiritual umat Hindu di Indonesia.

“Kebangkitan Hindu Nusantara tidak hanya diwujudkan melalui ritual, tetapi juga dengan membangun kesadaran sejarah, budaya, dan spiritualitas yang menjadi jati diri bangsa,” ujar Didik.

Menurutnya, Tirta Yatra menjadi ruang refleksi untuk menghubungkan kembali nilai-nilai dharma dengan kehidupan masyarakat modern, sekaligus memperkuat semangat menjaga warisan budaya bangsa.

Ketua rombongan, Pariyanto, mengungkapkan rasa haru karena dapat melaksanakan persembahyangan langsung di kawasan Candi Prambanan yang selama ini dikenal sebagai simbol kebesaran peradaban Hindu Nusantara.

“Kami merasa trenyuh dan bahagia mendapat panggilan leluhur untuk hadir dan menghaturkan puja bhakti di Candi Prambanan. Ini bukan sekadar perjalanan, tetapi momentum menyambung rasa spiritual dengan warisan Nusantara yang adi luhung,” tuturnya.

Sementara itu, Mangku Made Neso menjelaskan bahwa Candi Prambanan menyimpan nilai spiritual dan filosofi kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini. Menurutnya, keberadaan candi menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai ketuhanan.

“Candi Prambanan bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi simbol kejayaan Dharma yang mengajarkan harmoni, pengabdian, dan kebijaksanaan leluhur,” kata Mangku Made Neso.

Pertemuan umat Hindu dari berbagai daerah itu sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat persaudaraan dalam menjaga tradisi, budaya, dan spiritualitas Hindu Nusantara agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

 

#Bimas Hindu #Pembimas Hindu DIY


Berita Daerah LAINNYA