Ruang Pulih Kemenag Buktikan Pembinaan Rohani Hadirkan Transformasi Nyata di Lapastik

Warga binaan di Lapas Narkotika Klas IIA Bangli

Bangli (BIMAS HINDU) - Pembinaan rohani yang menyentuh hati terbukti mampu menggerakkan perubahan perilaku dan menghadirkan transformasi mental yang luar biasa. Momentum sakral perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan menjadi panggung pembuktian bagi warga binaan di Lapas Narkotika Klas IIA Bangli. Seluruh rangkaian persembahyangan dipimpin dan dilayani secara mandiri oleh warga binaan yang selama ini intensif mengikuti program bimbingan mental spiritual, Jumat (3/7). Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan keagamaan yang humanis dan berkelanjutan mampu mengembalikan kepercayaan diri serta martabat individu di tengah masa pidana.

Sebanyak 26 warga binaan yang telah dibekali pembinaan mendalam dipercaya memegang kendali penuh atas berbagai tugas pelayanan keagamaan di dalam lapas. Mereka dengan cakap bertindak sebagai Manggala Upacara, menggunakan genta saat memimpin persembahyangan, memandu jalannya peribadatan, membagikan tirta, hingga melaksanakan tugas keagamaan lainnya secara mandiri. Kepercayaan besar yang diberikan ini menjadi indikator konkret bahwa proses pembinaan rohani telah memberikan dampak nyata, baik dari sisi penguatan spiritualitas, reformasi karakter, maupun penumbuhan rasa tanggung jawab sosial.

Capaian transformatif tersebut lahir dari konsistensi program inovasi bertajuk “Ruang Pulih Kemenag” yang dirancang secara terstruktur. Salah satu tahapan krusial dalam program ini adalah pelaksanaan prosesi pencucian diri secara spiritual melalui upacara Mewinten yang diikuti oleh para peserta pada 27 Mei 2025 lalu. Pascaprosesi tersebut, bimbingan terus diintensifkan lewat pendalaman filosofi ajaran Hindu, pelatihan tata cara persembahyangan yang benar, praktik kepemimpinan ritual, hingga penguasaan instrumen peribadatan untuk memastikan kesiapan mental mereka dalam melayani umat.

Tidak hanya mahir dalam aspek ritual, dampak nyata pembinaan ini juga terlihat jelas pada kedisiplinan dan perubahan sikap sehari-hari warga binaan di lingkungan lapas. Atas perubahan positif tersebut, sejumlah peserta program kini mendapat kepercayaan penuh dari pihak lapas untuk bertugas sebagai tamping. Lebih jauh, program ini telah mencatatkan keberhasilan sosial dengan kembalinya dua orang warga binaan ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana, dengan membawa bekal spiritualitas dan mentalitas baru yang kokoh sebagai modal sosial mereka.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli menyampaikan bahwa esensi dari pembinaan keagamaan sejati adalah kemampuannya dalam mengubah jalan hidup seseorang menjadi lebih bermakna melalui pendekatan yang memanusiakan manusia. "Ketika warga binaan mampu memimpin persembahyangan dan dipercaya menjalankan pelayanan keagamaan, itulah bukti bahwa pembinaan rohani telah memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter dan spiritualitas mereka," tegasnya. Lebih lanjut, Kepala Kantor menekankan bahwa Ruang Pulih ini dirancang bukan sekadar program formalitas, melainkan sebuah ruang transformasi institusional di mana negara hadir memberikan pendampingan psikologis dan spiritual keagamaan bagi mereka yang sedang berproses memulihkan diri.

"Kami ingin memastikan bahwa jeruji besi tidak membatasi seseorang untuk bertobat dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan menguasai tata cara kepemimpinan upacara (Yadnya), mereka memegang kunci kepercayaan diri yang baru. Saat mereka bebas nanti, mereka tidak lagi kembali sebagai mantan narapidana yang inferior, melainkan sebagai pelayan umat yang siap mengabdikan diri di desa adat masing-masing," tambah Kepala Kantor Kemenag Bangli optimistis.

Rasa syukur dan optimisme baru juga terpancar dari salah seorang warga binaan yang terlibat aktif dalam pelayanan keagamaan tersebut. "Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk belajar dan dipercaya melayani sesama di sini. Kepercayaan ini menjadi motivasi terbesar bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan berkomitmen menjadi pribadi yang jauh lebih baik ke depannya," ungkapnya dengan haru.

Melalui keberlanjutan program Ruang Pulih ini, komitmen untuk menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan berdampak langsung bagi seluruh lapisan masyarakat terus diperkuat. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten ini menjadi pesan kuat kepada publik bahwa setiap insan, tanpa terkecuali, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bertumbuh, memperbaiki kesalahan masa lalu, serta kembali ke tengah masyarakat dengan membawa semangat dan harapan baru yang lebih suci.


Berita Daerah LAINNYA