Gianyar (BIMAS HINDU) — Menanam pohon bukan sekadar upaya menambah ruang hijau, tetapi juga menjadi medium untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kemandirian. Mengusung filosofi tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui Tim Agen Perubahan KASIH (Kelola Alam Semesta Tercipta Harmoni) menggandeng penyandang disabilitas binaan Yayasan Bhakti Senang Hati untuk membangun kebun produktif. Kegiatan strategis yang bertujuan mendukung ketahanan pangan panti yayasan ini dilaksanakan pada Rabu (08/07/2026).
Sebanyak 18 penyandang disabilitas turut serta dengan antusias dalam kegiatan ini. Rangkaian acara diawali dengan sesi edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan peran vital alam bagi kehidupan manusia. Usai pemaparan, para peserta bersama Tim KASIH mempraktikkan langsung penanaman bibit cabai dan terong di lahan kosong bagian belakang yayasan.
Pemilihan komoditas cabai dan terong dilakukan melalui pertimbangan matang. Selain perawatannya yang relatif mudah dibudidayakan, hasil panennya ditargetkan mampu menopang kebutuhan bahan pangan harian dapur yayasan. Kegiatan ini sekaligus difungsikan sebagai media pembelajaran agrikultur dan pemberdayaan kemandirian bagi para peserta.
Menyambut baik inisiatif inklusif tersebut, Ketua Yayasan Bhakti Senang Hati, I Nyoman Sukadana, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari Kemenag Gianyar.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Kemenag Kabupaten Gianyar yang terus memberikan dukungan penuh kepada yayasan kami. Tim KASIH telah turun langsung membantu penanaman komoditas yang kelak sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dapur kami," ungkap Sukadana.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi konstruktif dengan Kemenag Gianyar bukanlah hal baru. Sebelumnya, yayasan juga telah menerima program pembinaan rohani melalui inovasi MEDIASI (Game Melodi Edukasi), yakni sebuah metode pembelajaran agama Hindu yang dikemas secara interaktif melalui lagu dan permainan, sehingga materi keagamaan lebih mudah diserap oleh penyandang disabilitas.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Tim KASIH Kemenag Gianyar, I Putu Angga Kawana Sukma, menjelaskan bahwa program ekoteologi ini dirancang agar memiliki asas manfaat yang berkesinambungan.
"Bantuan bibit dan pendampingan penanaman ini kami dedikasikan agar hasilnya kelak benar-benar bisa digunakan dan dimanfaatkan sehari-hari oleh rekan-rekan kami yang bernaung di Yayasan Bhakti Senang Hati," jelas Angga.
Melalui langkah nyata ini, Kemenag Kabupaten Gianyar kembali membuktikan komitmennya dalam mengimplementasikan konsep Ekoteologi yang berpadu selaras dengan semangat Layanan Keagamaan Berdampak. Melalui aksi kolaboratif yang sederhana namun menyentuh akar rumput, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan berhasil disinergikan dengan pemberdayaan sosial, sehingga nilai-nilai agama memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.