Dharma Santi Nyepi 1948 Palangkaraya: Menguatkan Karakter Umat Melalui Kurikulum Cinta dan Semangat Persatuan

Dharma Santi Nyepi Nasional Tahun Saka 1948 Kota Palangkaraya

Palangkaraya (BIMAS HINDU) – Ribuan umat Hindu di Kalimantan Tengah mengikuti perhelatan Dharma Santi Nyepi Nasional Tahun Saka 1948/2026 M yang berlangsung khidmat di Kota Palangkaraya. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran A, jajaran Forkopimda Kalteng, Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, serta tokoh lintas agama dan ribuan umat Hindu Kaharingan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kementerian Agama Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. yang menghadiri perayaan Dharmasanti Nyepi menyampaikan pesan mendalam dari Menteri Agama terkait penguatan karakter umat melalui "Kurikulum Cinta" serta membawa kabar gembira mengenai transformasi pendidikan tinggi Hindu.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu mengungkapkan progres signifikan lembaga pendidikan keagamaan di Kalimantan Tengah. Saat ini, proses alih status IAHN Tampung Penyang Palangkaraya menjadi Universitas telah masuk dalam pembahasan di Menpan-RB dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.

"Kabar membanggakan lainnya, minggu ini SK pembukaan program Doktor (S3) Ilmu Agama untuk IAHN Tampung Penyang Palangkaraya akan segera ditandatangani. Ini adalah investasi jangka panjang agar SDM umat Hindu di Kalteng memiliki daya saing tinggi hingga jenjang tertinggi," ujar Prof. Duija.

Menyampaikan pesan Menteri Agama, Dirjen Bimas Hindu menekankan tema Nyepi Vasudewa Kutumbakam (Satu Bumi Satu Keluarga) sangat cocok dengan program prioritas kementerian agama yang disebut Kurikulum Cinta. Kurikulum Cinta memiliki Lima pilar cinta yang diharapkan menjadi fondasi karakter bagi siswa dan mahasiswa di lingkungan pendidikan Hindu (Widyalaya hingga Perguruan Tinggi):

1.    Cinta kepada Tuhan: Diwujudkan melalui kasih sayang kepada sesama ciptaan-Nya tanpa memandang perbedaan.
2.    Cinta Ilmu: Menjadikan sekolah dan masyarakat sebagai laboratorium belajar sepanjang hayat.
3.    Cinta Lingkungan: Menciptakan harmoni fisik dan sosial yang aman serta damai.
4.    Cinta Diri Sendiri & Sesama: Membangun energi positif agar dapat menebar kedamaian bagi orang lain.
5.    Cinta Tanah Air: Menjaga nasionalisme sebagai pegangan utama dalam berbangsa.

"Jika kita menghina ciptaan Tuhan, maka hinaan itu sampai kepada Penciptanya. Sebaliknya, menyayangi sesama adalah bentuk tertinggi mencintai Tuhan," tegas Prof. Duija di hadapan umat.
Selain hal tersebut Dirjen Bimas Hindu juga menekankan terkait peringatan Hari Buruh Nasional (1 Mei), Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), dan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), agar seluruh lembaga keagamaan seperti PHDI, WHDI dan organisasi pemuda (KMHDI & Peradah) dan seluruh lembaga keagamaan Hindu di tanah Kalimantan Tengah ini untuk selalu bersama-sama menjaga soliditas dan saling merangkul satu sama lainnya.

"Kami memohon kepada seluruh lembaga keagamaan Hindu untuk menjaga perdamaian. Mari kita kawal agar penyampaian aspirasi masyarakat di bulan Mei ini berjalan baik tanpa ada gangguan keamanan, demi keutuhan bangsa," tutupnya.

Acara ditutup dengan ucapan selamat Dharmasanti Nyepi Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kalimantan Tengah, diiringi harapan agar semangat pengorbanan dan kasih sayang terus bertumbuh dalam sanubari umat.


Berita Pusat LAINNYA