BANGLI (BIMAS HINDU) - Dalam rangka mewujudkan layanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli melalui Penyuluh Agama Hindu kembali menggelar bimbingan serta penyuluhan keagamaan bagi para rehabilitan di Rumah Sakit Manah Santhi Mahottama, Senin (27/07/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Program Ruang Pulih Kementerian Agama yang dirancang untuk menghadirkan pendampingan spiritual sebagai bagian integral dari proses pemulihan medis dan mental secara menyeluruh (holistik).
Bimbingan keagamaan tersebut dipandu secara langsung oleh Tim Penyuluh Agama Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Bangli, yang terdiri dari I Wayan Sudarma, Ni Wayan Gantiari, Ni Wayan Wiraswastini, Ni Nyoman Sutiari, Ni Wayan Soma Ekasari, dan I Gusti Ayu Nurcahyani. Sebanyak 19 orang rehabilitan tampak antusias dan khidmat mengikuti setiap tahapan pembinaan yang disajikan.
Rangkaian materi yang diberikan meliputi praktik keagamaan harian (Nitya Karma) Puja Trisandhya, olah nafas dan ketenangan jiwa melalui Bhadrika Pranayama, serta Kultivasi AUM. Selain itu, dilangsungkan pula dialog keagamaan interaktif bertema "Memohon Tujuh Anugerah Utama melalui Praktik Pengucapan Mantra Sapta Werddhi". Melalui pendekatan ini, para peserta diajak untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, menumbuhkan kedamaian batin, meningkatkan pengendalian diri, serta membangun optimisme dalam menatap masa depan.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma, menegaskan bahwa Program Ruang Pulih menjadi wujud komitmen Kementerian Agama untuk memastikan hadirnya negara dalam memberikan pelayanan keagamaan yang merata hingga ke kelompok rentan.
"Pembinaan keagamaan menjadi pilar penting dalam mendukung proses pemulihan yang holistik. Melalui Program Ruang Pulih, Kementerian Agama terus berupaya menghadirkan layanan keagamaan yang ramah, inklusif, dan berkeadilan. Kami berharap setiap individu memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk memperkuat spiritualitas, membangun kembali harapan, serta bersiap menjalani kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna," ujar Sudarma.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat apresiasi positif dari pihak rumah sakit maupun para rehabilitan. Pembinaan spiritual yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini diharapkan menjadi bekal batin yang kokoh bagi para rehabilitan, baik selama masa pemulihan di rumah sakit maupun saat kembali dan berkontribusi di tengah-tengah masyarakat kelak.