JAWA TIMUR, (BIMAS HINDU) - Upacara Pawedalan Pura Luhur Poten Bromo & Yadnya Kasada Tahun 2024 berlangsung khidmat.
Upacara yang berlangsung 21-22 Juni 2024 itu dihadiri secara langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Prof. I Nengah Duija dan Direktur Pendidikan Hindu Trimo.
Ritual Kasada, menurut Dirjen Bimas Hindu, tidak hanya memiliki makna spiritual tetapi juga ekologis. Semua peralatan untuk ritual berasal dari alam sekitar, yang setelah digunakan akan kembali menyuburkan tanah. "Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga harmoni dengan alam dalam menjalankan tradisi," katanya, Jumat (21/6/2024).
Pada kesempatan yang sama Trimo mengatakan bahwa terkait pelaksanaan yadnya kasada di suku Tengger ini tentu akan terkait dengan moderasi beragama yang menjadi program prioritas Kementerian Agama.
Ia menyampaikan bahwa ada satu (1) dari empat (4) indikator moderasi beragama. "Dari empat indikator moderasi beragama, ada satu indikator yang mencerminkan praktik kehidupan beragama dalam konteks pelaksanaan Yadnya Kasada, yaitu indikator penerimaan terhadap kearifan lokal," kata Trimo Jumat (21/06/2024).
Trimo juga menjelaskan bahwa proses-proses Yadnya Kasada yang dilaksanakan ternyata juga memberikan kesempatan kepada umat selain Hindu, baik Muslim, Kristen, Katolik, dan Budha untuk bersama-sama melaksanakan ritual Yadnya Kasada.
"Ritual ini mencerminkan penerimaan terhadap kearifan lokal dan memberikan ruang bagi umat beragama lain seperti Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha untuk turut serta. Hal ini berkontribusi terhadap ketentraman dan kedamaian masyarakat di Bromo," katanya.
"Artinya, pelaksanaan ritual kasada ini juga memberikan kontribusi terhadap ketentraman, kedamaian, baik kedamaian batin maupun kedamaian luar batin," jelasnya.
Itu, lanjut dia, tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan umat yang ada di Bromo, khususnya dalam konteks kehidupan umat beragama.
Acara sakral ini juga dihadiri oleh umat Hindu dari berbagai daerah yang berkumpul di kawasan Gunung Bromo untuk memanjatkan doa dan memohon berkah.