Hadiri Wisuda STAH Sulteng, Dirjen Bimas Hindu Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Respons Tantangan Zaman

Hadiri Wisuda STAH Sulteng, Dirjen Bimas Hindu Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Respons Tantangan Zaman

PALU, ( BIMAS HINDU) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof. I Nengah Duija menghadiri acara wisuda Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (7/12/2024).

Dalam sambutannya, Prof. Duija menyampaikan sejumlah pesan strategis untuk pengembangan lembaga pendidikan Hindu, termasuk pentingnya menghindari konflik internal serta kesiapan menghadapi tantangan zaman.

Ia mengingatkan bahwa konflik antara Ketua STAH dan pengurus yayasan harus dihindari karena akan mengganggu keberlangsungan akademik. Menurutnya, jika itu terjadi, mahasiswa adalah pihak yang paling dirugikan jika konflik tersebut tidak segera diatasi. 

"Keharmonisan internal adalah kunci kelancaran proses akademik dan keberhasilan lembaga ini dalam mencetak generasi berkualitas,” tandas Prof. Duija.

Dalam kesempatan itu, Prof. Duija juga menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons dinamika yang terjadi. “Kemampuan kita merespons tantangan zaman akan menjadi penentu kemenangan di masa depan,” ujar Dirjen Bimas Hindi, seraya mengingatkan agar lembaga pendidikan terus beradaptasi dengan perubahan global tanpa mengabaikan nilai-nilai religius.

Lebih lanjut, Dirjen turut memuji pendidikan berbasis keagamaan yang dinilai memiliki keunggulan karena tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga memperkuat karakter religius. “Ini yang akan menjadikan generasi kita intelek sekaligus bijaksana,” ujarnya.

Ia berharap agar STAH Sulteng dapat menjadi kampus negeri di masa depan. Namun demikian, Dirjen mengingatkan pentingnya memenuhi semua persyaratan yang ditentukan. “Kami siap mendukung proses ini, asal semua ketentuan yang disyaratkan dapat dipenuhi,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Prof. Duija menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika, terutama para dosen. Ia mengakui masih ada keterbatasan dalam meningkatkan kesejahteraan para dosen dan meminta mereka untuk tetap semangat mengabdi.

“Kami memohon maaf atas keterbatasan ini, tetapi teruslah mengabdi untuk bangsa dan negara. Seperti pesan Presiden Prabowo, pengabdian adalah kunci kemajuan,” pungkasnya.

Acara wisuda ini menjadi momentum penting bagi STAH Sulteng untuk memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan keagamaan di Sulawesi Tengah.


Berita Pusat LAINNYA