Orientasi untuk Lembaga Agama Hindu, Kemenag Banyuwangi Tekankan 4 Komponen Moderasi Beragama

Orientasi Moderasi Beragama bagi Lembaga Agama dan Keagamaan Hindu se-Kabupaten Banyuwangi

BANYUWANGI, (BIMAS HINDU) – Orientasi Moderasi Beragama bagi Lembaga Agama dan Keagamaan Hindu se-Kabupaten Banyuwangi digelar di Gedung Serba Guna Pura Agung Bambangan, Sabtu (15/6/2024).

Dalam acara tersebut Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menekankan 4 komponen moderasi beragama. Penekanan itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Moh. Jali.

Sekaligus membuka acara orientasi tersebut, Moh. Jali dalam sambutannya menjelaskan 4 komponen moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi dan penerimaan terhadap tradisi.

Menurutnya, setiap agama harus dijalankan dengan baik sesuai ajarannya masing-masing. Pemerintah terus mengimbau dan menekankan pentingnya kegiatan seperti ini agar dapat ditularkan kepada masyarakat luas.

"Dengan 4 komponen moderasi beragama yang melekat, tentu kedamaian, persaudaraan, dan kerukunan akan tercipta," tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama bukanlah konsep baru. Sejarah menunjukkan keberadaan moderasi beragama sejak zaman kerajaan di Indonesia.

"Bhinneka Tunggal Ika telah mengajarkan kita tentang moderasi. Di Banyuwangi, kita memiliki Kampung Moderasi Beragama di Kecamatan Wongsorejo dan Gambiran," ujarnya.

Sementara itu, Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi, Oksan Wibowo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini bertujuan untuk menguatkan moderasi beragama di masyarakat.

"Dengan Bhineka Tunggal Ika, Gotong Royong, dan Rawe-rawe rantas malang-malang putung, kita sudah mengenal moderasi beragama. Namun, pemerintah kini mengusung istilah tersebut dengan tujuan yang jelas," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi telah terjalin baik, meskipun jumlah penganut Hindu dan Katolik tidak besar di daerah tersebut.

Oksan wibowo juga berharap peserta dapat mengikuti acara dengan baik dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Acara ini turut menghadirkan 2 narasumber, yaitu Sardianto yang membahas Penguatan Moderasi Beragama, dan Supriyadi yang membahas Gotong Royong Roh Pembangunan Bangsa.

Acara ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai perwakilan agama, termasuk Islam, Katolik, Hindu dan Budha dari beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.


Berita Pusat LAINNYA