Transformasi Kepemimpinan IAHN Tampung Penyang Berlanjut, Tiga Wakil Rektor Dilantik

Pelantikan Wakil Rektor IAHN Tampung Penyang 2026–2030

Palangka Raya (Bimas Hindu) Transformasi kepemimpinan di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya terus bergulir. Setelah Prof. Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. dilantik sebagai Rektor oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. pada 6 Agustus 2026, kini jajaran pimpinan kampus diperkuat dengan pelantikan tiga Wakil Rektor periode 2026–2030.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dilaksanakan di Ruang Rapat Rektorat IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Rabu (26/8/2026). Prosesi dipimpin langsung oleh Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya Prof. Tiwi Etika.

Tiga pejabat yang dilantik yakni Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan; Stepenson, S.Ag., M.H. sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan; serta Dr. Ervantia Resutulita L. Sigai, S.S., M.Si. sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.

Pelantikan tersebut disaksikan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan I Made Santika, S.Sos., M.Si. serta Direktur Pascasarjana Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil.

Prof. Tiwi menegaskan bahwa pembentukan jajaran pimpinan baru bukan sekadar pergantian pejabat, tetapi bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan mempercepat transformasi institusi. Para Wakil Rektor diharapkan menghadirkan kontribusi nyata melalui kepemimpinan yang berintegritas, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan.

“Ini bukan hadiah, tetapi amanah dan tanggung jawab. Karena itu, saya berharap bapak dan ibu dapat memberikan kontribusi nyata dalam rangka memajukan IAHN Tampung Penyang Palangka Raya,” tegas Prof. Tiwi.

Menurut Prof. Tiwi, memimpin perguruan tinggi memiliki tantangan tersendiri karena berhadapan dengan lingkungan akademik yang kritis dan dipenuhi insan berpengetahuan. Kondisi tersebut menuntut setiap pemimpin memberikan keteladanan serta menjalankan tugas dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

“Kalau kita memimpin tetapi tidak memberikan contoh, maka sangat mudah mendapatkan kritik dan protes dari warga cendekia. Karena itu, embanlah amanah ini dengan tulus dan ikhlas untuk mengabdi,” pesannya.

Prof. Tiwi juga mengingatkan bahwa jabatan bukan sarana memperoleh kekuasaan maupun memperkaya diri. Jabatan harus menjadi ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan manajerial demi kemajuan institusi.

Transformasi IAHN Tampung Penyang, lanjut Prof. Tiwi, membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kampus. Gagasan perubahan dan inovasi tidak boleh hanya berasal dari Rektor, tetapi harus tumbuh melalui kolaborasi seluruh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika.

“Transformasi dan inovasi tidak hanya berasal dari ide Rektor, tetapi juga harus lahir dari bapak dan ibu semua. Mari kita berinovasi. Jika ada hal yang belum baik, wajib memberikan saran dan kritik demi kemajuan kampus,” ungkapnya.

Dengan terbentuknya jajaran Wakil Rektor periode 2026–2030, IAHN Tampung Penyang Palangka Raya memasuki babak baru penguatan kepemimpinan. Sinergi, komunikasi, integritas, dan keberanian melakukan inovasi menjadi fondasi untuk membawa kampus semakin maju serta melahirkan generasi unggul yang berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kontributor: Mahdina Rahmadani


Berita Daerah LAINNYA