Dorong Transformasi Pembelajaran Mendalam, STAHN Jawa Dwipa Gelar Forum Akademik Dharma Acarya

Forum Akademik Dharma Acarya (FADA) #1 bertajuk "Kurikulum dan Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermakna"

Klaten (Bimas Hindu) — Dalam upaya mengakselerasi mutu pendidikan keagamaan serta merespons dinamika kurikulum masa depan, Jurusan Dharma Acarya STAHN Jawa Dwipa menggelar Forum Akademik Dharma Acarya (FADA) #1 bertajuk "Kurikulum dan Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermakna" secara daring, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan forum akademis nasional ini diikuti oleh 260 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang terdiri atas akademisi, kepala sekolah, guru agama Hindu, peneliti, hingga praktisi pendidikan lintas disiplin.

FADA #1 dirancang sebagai ruang dialog akademis yang mempertemukan konsep teoretis dengan pengalaman praktis di lapangan guna mewujudkan pembelajaran keagamaan yang relevan, kontekstual, dan menggembirakan bagi peserta didik.

Pimpinan STAHN Jawa Dwipa, Prof. Candrawan, menegaskan apresiasinya atas inisiasi forum berkelanjutan ini sebagai langkah nyata perguruan tinggi keagamaan dalam mengawal transformasi mutu pendidikan.

“Kami berharap forum ini tidak berhenti pada pemaparan gagasan secara konseptual, melainkan mampu mempertemukan teori dengan pengalaman nyata di lapangan, sehingga hasilnya dapat diterjemahkan menjadi praktik pembelajaran yang berkesadaran dan relevan,” ujar Prof. Candrawan.

Ketua Jurusan Dharma Acarya STAHN Jawa Dwipa, Dr. Trimo, menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi kunci utama dalam membangun pemahaman kritis, analitis, dan adaptif bagi peserta didik di era digital.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen, melainkan arah pengembangan kompetensi dan pengalaman belajar. Pembelajaran mendalam diarahkan pada pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan tanpa mengesampingkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya,” tegas Dr. Trimo.

Diskusi interaktif ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yakni Rustantiningsih (Fasilitator Pembelajaran Mendalam), Dr. Titin Sutarti (Dosen Pendidikan Agama Hindu STAHN Jawa Dwipa), dan Shinta Tyas Prashitha (Dosen PGSD).

Melalui pelaksanaan FADA secara berkelanjutan, Ditjen Bimas Hindu terus mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) untuk memperluas jejaring akademis, meningkatkan kapasitas pendidik, serta melahirkan inovasi pembelajaran keagamaan yang unggul dan berdampak nasional.

 

Kontributor: Toto Margiyono


Berita Daerah LAINNYA