Jakarta (Bimas Hindu) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI menggelar Pembekalan Nasional bagi Guru Pendidikan Agama Hindu (PAH) peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 Tahun 2025, Selasa (20/8/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan kanal resmi YouTube Bimas Hindu RI ini diikuti ribuan guru Hindu dari seluruh Indonesia, baik dari sekolah umum maupun dari widyalaya. Acara pembekalan menghadirkan jajaran pejabat Ditjen Bimas Hindu serta perwakilan dari empat Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PPG Hindu.
Direktur Pendidikan Agama Hindu dalam laporannya menjelaskan perkembangan pelaksanaan PPG dari Batch 1 hingga Batch 3.
“Pada Batch 1, tercatat sebanyak 1.047 guru yang mengikuti PPG, dengan hasil kelulusan mencapai 1.040 guru. Sementara itu, Batch 2 mengalami lonjakan jumlah peserta dengan inisiasi Dirjen Bimas Hindu kepada PPG khusus bagi guru Widyalaya sebanyak 257 orang dengan dukungan Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai mitra LPTK, saat ini masih berlangsung prosesnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Batch 3 yang akan dimulai pada 1 September 2025 merupakan gelombang terbesar dengan 2.406 peserta, terdiri atas 57 guru dari widyalaya dan 2.349 guru PAH di sekolah umum. Peserta tersebut akan disebar pada empat perguruan tinggi, yakni:
• Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar: 756 peserta
• IAHN Mpu Kuturan Singaraja: 650 peserta
• IAHN Gde Pudja Mataram: 500 peserta
• IAHN Tampung Penyang Palangkaraya: 500 peserta
“Harapannya seluruh peserta bisa lulus dan mampu meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata di sekolah masing-masing. Kami berharap peserta menyiapkan perangkat pembelajaran dan strategi mitigasi agar pelaksanaan PPG berjalan dengan baik. Terima kasih kepada para dosen dan LPTK yang telah menyiapkan layanan terbaik untuk peserta,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan apresiasi atas antusiasme guru peserta PPG Batch 3, meski jumlah ruang Zoom terbatas sehingga sebagian peserta mengikuti melalui YouTube.
“Atas nama Ditjen Bimas Hindu, saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Menteri Agama, serta kementerian terkait yang telah memberikan perhatian penuh terhadap percepatan PPG, mulai dari Batch 1 hingga Batch 3. Astungkara, pada Batch 3 ini seluruh peserta dapat mengikuti tanpa ada yang tertinggal,” ujar Dirjen.

Dirjen Bimas Hindu menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap guru tidak hanya ditujukan kepada guru negeri, tetapi juga guru swasta, termasuk guru di Widyalaya. “Janji pada tahun 2024 kepada guru Widyalaya kini terealisasi. Mereka dapat mengikuti PPG sehingga berhak mendapatkan intervensi berupa satu kali gaji pokok, sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada guru swasta,” jelasnya.
Beliau juga mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti proses PPG dengan sungguh-sungguh. “Peserta Batch 3 sudah memenuhi syarat administrasi, tetapi akan tetap ada uji kompetensi sesuai skema. Pemerintah tidak memberikan kesempatan ini secara cuma-cuma. Mohon diikuti dengan serius, karena hasil akhirnya akan menunjukkan siapa yang benar-benar kompeten,” tegas Prof. Duija.
Dirjen turut menyampaikan capaian membanggakan dari Batch sebelumnya. “Syukur, kelulusan pada Batch 1 dan 2 mencapai 99%. Walau ada beberapa yang tidak lulus, itu lebih pada faktor human error seperti sakit atau tidak memenuhi syarat. Semoga pada Batch 3 kita bisa mencapai 100% kelulusan,” harapnya.
Dengan pembekalan ini, Ditjen Bimas Hindu berharap para guru semakin siap menghadapi proses PPG Batch 3 yang akan berlangsung pada 1 September 2025. Program ini diharapkan dapat melahirkan guru PAH yang profesional, berkompeten, serta mampu menjadi agen pembentuk karakter generasi muda sesuai dengan nilai-nilai luhur ajaran Hindu.