Tanpa Sekat! Hangatnya Kebersamaan Saat Meracik Lawar Bersama Umat

Ngelawar di Parahyangan Agung Bhuwana Raksati (Pura Sodong)

Tangerang (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija menegaskan bahwa pelayanan keagamaan harus diwujudkan melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan turun langsung mengikuti kegiatan ngayah dan tradisi ngelawar bersama umat dalam rangkaian Karya Agung Ngenteg Linggih, Taur Gentuh, dan Pujawali di Parahyangan Agung Bhuwana Raksati (Pura Sodong), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (25/7/2026).

Di tengah kesibukan persiapan karya, Prof. I Nengah Duija membaur bersama penyungsung, pengurus pura, dan masyarakat menyiapkan lawar yang akan digunakan dalam rangkaian upacara. Kehadirannya tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan yadnya, tetapi juga mencerminkan pendekatan pelayanan Ditjen Bimas Hindu yang mengedepankan kebersamaan, partisipasi, dan kedekatan dengan umat.

Menurut Prof. I Nengah Duija, ngayah merupakan warisan nilai luhur Hindu yang mengajarkan pengabdian tanpa pamrih, gotong royong, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan beragama dan sosial.

"Kami hadir untuk bekerja bersama umat. Melalui ngayah dan tradisi ngelawar ini, kami ingin memperkuat semangat gotong royong, membangun komunikasi yang semakin erat, sekaligus mendekatkan pelayanan Direktorat Jenderal Bimas Hindu kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, semangat ngayah memiliki relevansi yang kuat dengan arah pembangunan kehidupan beragama yang tengah dikembangkan Kementerian Agama. Nilai-nilai ketulusan, kepedulian, dan kebersamaan yang tumbuh dalam tradisi tersebut menjadi modal sosial dalam memperkuat kerukunan, menjaga kelestarian budaya, sekaligus mendukung implementasi ekoteologi sebagai bagian dari penguatan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Dirjen Bimas Hindu juga mengapresiasi dedikasi seluruh penyungsung dan umat Hindu yang bergotong royong menyukseskan Karya Agung. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan upacara keagamaan tidak hanya ditentukan oleh prosesi ritual, tetapi juga oleh semangat persatuan dan kolaborasi seluruh komponen umat.

"Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi seluruh umat yang telah bekerja dengan tulus. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus dipelihara agar kehidupan keagamaan semakin harmonis dan pelayanan kepada umat semakin baik," katanya.

Jero Mangku Gede Suwono sekaligus umat di pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati menyambut baik keterlibatan langsung Dirjen Bimas Hindu dalam kegiatan ngayah. Ia menilai kehadiran pimpinan pemerintah di tengah umat memberikan teladan bahwa semangat melayani harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

"Kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan karya merupakan teladan yang sangat baik. Sinergi seperti ini perlu terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda agar nilai gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat," ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pelaksana Karya Agung, I Wayan Karyano. Menurutnya, kehadiran Dirjen Bimas Hindu sejak proses persiapan hingga ikut ngelawar bersama umat menjadi penyemangat sekaligus menunjukkan kuatnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan kehidupan keagamaan Hindu.

"Kami awalnya hanya mengundang beliau untuk menghadiri puncak karya. Namun beliau hadir lebih awal dan ikut ngayah bersama umat. Kehadiran seperti ini menjadi kebanggaan bagi kami dan menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar dekat dengan umat," tuturnya.

Rangkaian kegiatan di Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati menjadi cerminan bahwa penguatan kehidupan keagamaan tidak hanya dilakukan melalui program dan kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran, dialog, dan kebersamaan bersama umat. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat semangat gotong royong, menjaga kerukunan, serta melestarikan nilai-nilai luhur Hindu sebagai fondasi kehidupan umat yang harmonis dan berkelanjutan.


Berita Pusat LAINNYA