Ditjen Bimas Hindu Gelar Seminar Laporan Antara PkM 2025, Dorong Mutu dan Publikasi Dosen

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI menyelenggarakan Seminar Laporan Antara Kompetisi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2025

Jakarta (BIMAS HINDU) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI menyelenggarakan Seminar Laporan Antara Kompetisi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2025, Jumat (03/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh 20 dosen penerima hibah PkM dari Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH).

Seminar menghadirkan dua reviewer nasional, yaitu Prof. Dr. I Nyoman Dantes dan Prof. Dr. Sukadi, M.Pd., M.Ed., yang memberikan masukan akademik sekaligus evaluasi atas capaian sementara program pengabdian yang tengah berlangsung.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu yang diwakili oleh Direktur Pendidikan Hindu, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya seminar laporan antara sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

“Tahun 2026 Ditjen Bimas Hindu akan kembali melaksanakan program serupa dengan skema berbeda. Fokusnya menyasar daerah 3T, sinkronisasi dengan widyalaya, serta mendorong pengabdian yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dosen dan kualitas lembaga. Output pengabdian tidak hanya laporan, tetapi wajib dipublikasikan di jurnal dan diwujudkan dalam bahan ajar. Ke depan, pengabdian dosen juga harus sesuai bidang ilmunya, karena ini penting bagi akreditasi prodi maupun institusi,” ujar Prof. Sudarsana.

Ditjen Bimas Hindu menargetkan penegerian widyalaya pada tahun mendatang, sekaligus memperkuat praktik mengajar di widyalaya sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, sasaran PkM 2026 akan diarahkan pada program studi binaan PTKH dengan akreditasi Baik sebagai upaya penguatan kualitas akademik.

Melalui program PkM, Ditjen Bimas Hindu berharap hasil pengabdian dosen tidak hanya bermanfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Hindu. Dengan demikian, kontribusi dosen dan PTKH akan semakin nyata dalam memperkuat posisi akademik serta mendukung pencapaian akreditasi nasional.


Berita Pusat LAINNYA