JAKARTA, (BIMAS HINDU) - Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia terus mendukung peningkatan pengelolaan rumah ibadah di daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Hindu I Gusti Made Sunarta lewat kegiatan pembinaan pengelolah rumah ibadah, Senin (27/05/2024).
"Hindu merupakan agama yang beragam, agama yang bernusantara. Perbedaan yang ada di setiap daerah menjadi warna tersendiri dalam agama Hindu," katanya.
Made Sunarta menyampaikan bahwa ada 6 fungsi utama pura yaitu, fungsi agama, fungsi spiritual, fungsi sebagai pusat budaya, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi, fungsi sosial. Pura memiliki peran dalam hal membentuk sumber daya manusia yang unggul.
"Pengelola pura memegang tanggung jawab terkait dengan seluruh aktivitas yang terjadi dalam lingkungan pura. Selain itu juga memastikan seluruh umat melakukan kegiatannya di pura dengan perasaan yang nyaman. Pura tidak hanya sebagai pusat tempat persembahyangan melainkan bisa sebagai tempat memperoleh pendidikan, melaksanakan kegiatan sosial antar umat," katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat I Putu Alit menyampaikan jika ada pura yang memerlukan bentuk bantuan untuk keperluan pura, agar memasukkan proposal ke Ditjen Bimas Hindu agar dibicarakan dan ditindak lanjuti untuk pengadaannya.
Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Jati Katya dan Widyalawara BDK Medan Jiyanto MA. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa menjadi pengelolah rumah ibadah memiliki peranan penting dalam menjadikan rumah ibada menjadi rumah ibadah yang di impikan oleh umat.
Beberapa permasalahan umum pengelolaan rumah ibadah, kata dia, yaitu seperti, profesi sampingan, program tidak jelas dan detail, hanya tempat ibadah, abai masalah sosial, abai masalah umat, dan belum menjadi pusat SDM.
"Ada 3 hal yang diperlukan dalam menciptakan rumah ibadah impian yaitu membangun solidaritas antara seluruh pengurus pura, investasi SDM yang unggul, berpikir sesuai dengan zaman," katanya.
Adapun kegiatan pembinaan pengelolah rumah ibadah tersebut dihadiri oleh 170 peserta pengelola pura yang berlangsung di ruang virtual zoom, Ditjen Bimas Hindu Lantai 14 Jl. MH Thamrin no 16 Jakarta.