Singaraja (BIMAS HINDU) - Sebagai bagian esensial dari proses transformasinya menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan pada tahun 2025, kampus yang berlokasi di Singaraja ini menggelar kegiatan Pembinaan Pegawai dan Dosen. Acara yang berlangsung pada Senin, 2 Juni 2025, di Aula Kampus Menjangan, IAHN Mpu Kuturan Singaraja, ini bertujuan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong status baru institusi.
Kegiatan pembinaan ini menghadirkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Dr. Ida Made Pidada Manuaba, serta Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. I Gede Suwindia, bersama para wakil rektor, dosen, dan seluruh pegawai di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Rektor IAHN Mpu Kuturan Prof. I Gede Suwindia menekankan bahwa perubahan status dari STAHN menjadi IAHN merupakan langkah krusial untuk memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan tinggi keagamaan Hindu. Ia menegaskan pentingnya kesiapan dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjalani proses transformasi ini secara optimal. "Transformasi kelembagaan ini adalah momen bersejarah. Tidak hanya mengganti nama, tetapi juga meningkatkan kualitas, daya saing, dan tanggung jawab kita dalam mencetak generasi Hindu yang unggul".
Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija dalam arahannya menegaskan dukungan penuh Ditjen Bimas Hindu terhadap transformasi ini. Beliau mengapresiasi upaya dan semangat perubahan yang ditunjukkan oleh IAHN Mpu Kuturan. "IAHN Mpu Kuturan adalah bagian dari kami di Ditjen Bimas Hindu. Sudah sepatutnya kami mendampingi dan memastikan proses transformasi ini berjalan dengan baik. Kampus ini memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan Hindu yang modern dan berakar pada nilai-nilai dharma,” ungkap Duija.
Senada dengan Dirjen, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Dr. Ida Made Pidada Manuaba, juga menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menyongsong perubahan institusi. Ia menggarisbawahi bahwa pembinaan semacam ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat visi kelembagaan. “Transformasi kelembagaan harus diikuti oleh transformasi mindset dan kualitas SDM. Mari kita bangun IAHN Mpu Kuturan sebagai institusi unggulan dalam pendidikan tinggi Hindu,” ajaknya.
Pembinaan ini menjadi langkah konkret IAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam memastikan bahwa perubahan status tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kualitas internal. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Agama, IAHN Mpu Kuturan Singaraja optimis dapat menjadi lembaga pendidikan Hindu yang terdepan dalam mencetak generasi penerus yang berintegritas dan kompeten.