Bangli (Bimas Hindu) - Dirjen Bimas Hindu Kemenag menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan Widyalaya Gurukula melalui dukungan penegerian, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu ke Widyalaya Gurukula Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pengembangan pendidikan keagamaan Hindu berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain meninjau kondisi fasilitas pendidikan, Dirjen Bimas Hindu juga berdialog dengan jajaran sekolah untuk menyerap aspirasi sebagai bahan penguatan kebijakan di bidang pendidikan Hindu.
Kehadiran Dirjen Bimas Hindu disambut Kepala Widyalaya Gurukula Bangli bersama Kepala Bidang Pendidikan Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangli, jajaran guru, tenaga kependidikan, serta para peserta didik.
Dalam dialog tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas, antara lain penambahan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, strategi peningkatan jumlah peserta didik, serta rehabilitasi gedung dan penyediaan sarana prasarana pembelajaran. Berbagai masukan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif.
Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, menegaskan bahwa Widyalaya Gurukula memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan pendidikan keagamaan Hindu di Indonesia. Menurutnya, lembaga tersebut telah berperan penting dalam melahirkan generasi Hindu yang berkarakter, kompeten, dan memiliki integritas sehingga perlu terus diperkuat keberadaannya.
"Saya mengikuti perjalanan Gurukula ini sejak masa pemerintahan Bupati Adi Arnawa. Gurukula memiliki akar historis yang kuat dalam mencetak generasi Hindu. Ke depan, peran itu harus hadir lebih maksimal dan semakin masif sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia Hindu yang unggul, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman," ujar Prof. I Nengah Duija.
Menindaklanjuti aspirasi yang diterima, Direktorat Jenderal Bimas Hindu akan mendorong sejumlah langkah strategis. Di antaranya penguatan dukungan anggaran untuk rehabilitasi gedung dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, perluasan akses Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan kompetensi guru, serta penguatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan keagamaan Hindu.
Pada kesempatan tersebut, Prof. I Nengah Duija juga menyampaikan bahwa usulan penegerian Widyalaya Gurukula telah menjadi perhatian Kementerian Agama. Aspirasi tersebut akan dikawal sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan pendidikan keagamaan Hindu.
"Aspirasi mengenai penegerian sudah kami catat dengan baik dan menjadi salah satu prioritas yang akan terus kami dorong. Kami ingin memastikan setiap proses berjalan sesuai regulasi, namun tetap berpihak pada penguatan layanan pendidikan keagamaan Hindu yang berkualitas," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pendidikan Hindu yang berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan kader seperti PGA maupun perguruan tinggi keagamaan Hindu menjadi modal penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan melanjutkan pengembangan Widyalaya Gurukula di masa mendatang.
"Kita patut bersyukur memiliki lembaga pendidikan kader yang selama ini menjadi sumber lahirnya tenaga pendidik dan insan Hindu yang berkualitas. Karena itu, mari kita bersama-sama memperjuangkan kemajuan Widyalaya Gurukula agar mampu menjadi pusat pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan pengembangan sumber daya manusia Hindu yang unggul," katanya.
Usai berdialog, Prof. I Nengah Duija meninjau sejumlah fasilitas sekolah untuk melihat secara langsung kebutuhan pengembangan Widyalaya Gurukula. Hasil kunjungan tersebut akan menjadi salah satu bahan penyusunan kebijakan Direktorat Jenderal Bimas Hindu dalam memperkuat mutu pendidikan keagamaan Hindu sekaligus mendorong pengembangan Widyalaya Gurukula sebagai lembaga pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Kontributor : I Made Juni Saputra