Penyusunan Panduan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti: Wujud Komitmen Integrasi Nilai Religi dan Karakter Bangsa

Penyusunan Panduan Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti: Wujud Komitmen Integrasi Nilai Religi dan Karakter Bangsa

Jakarta (BIMAS HINDU) - Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menggelar kegiatan Penyusunan Panduan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti  di Hotel Mercure Jakarta Batavia. (14/08/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama enam perwakilan agama yang hadir untuk memperkuat implementasi pembelajaran mendalam, otentik, dan terstandarisasi di seluruh Indonesia.

 Panduan ini dirancang guna memandu pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan budi pekerti, menjaga konsistensi ajaran Weda dan kearifan lokal, mendukung pendidikan karakter sesuai tujuan pendidikan nasional, serta menyiapkan asesmen holistik untuk membentuk generasi Hindu yang berpengetahuan, berbudi luhur, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Direktur Pendidikan Hindu, Dr. Trimo, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya panduan ini sebagai acuan bersama.

“Panduan ini bukan sekadar dokumen, tetapi kompas bagi para pendidik untuk mengarahkan peserta didik menjadi insan Hindu yang memiliki keimanan kokoh, budi pekerti luhur, dan kecakapan hidup yang relevan dengan perkembangan zaman. Kami berharap panduan ini dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan,” ujarnya.

Melalui kerja keras tim penyusun, panduan tersebut berhasil dirumuskan secara sistematis dalam satu buku yang mencakup seluruh fase pembelajaran, mulai dari Fase A hingga Fase F.

 Penyusunan ini mengacu pada empat aspek utama, yaitu:
• Dimensi Profil Lulusan — menekankan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
• Prinsip Pembelajaran — berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sebagai ciri khas pembelajaran mendalam.
• Pengalaman Belajar — mencakup proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, sehingga peserta didik memperoleh pembelajaran yang utuh.
• Kerangka Pembelajaran — panduan sistematis dalam merancang desain pembelajaran melalui praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital.

Panduan ini diharapkan menjadi rujukan utama bagi para pendidik dalam mengembangkan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat pembentukan karakter siswa sebagai generasi penerus bangsa.


Berita Pusat LAINNYA