Permudah Umat Beribadah, Ditjen Bimas Hindu Bahas Juknis Persembahyangan di Candi Prambanan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar rapat untuk membahas Juknis persembahyangan di Candi Prambanan untuk upaya mempermudah umat Hindu melaksanakan ibadah, Rabu (15/5/2024).

JAKARTA, (BIMAS HINDU) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar rapat untuk membahas Juknis persembahyangan di Candi Prambanan untuk upaya mempermudah umat Hindu melaksanakan ibadah, Rabu (15/5/2024).

Rapat tersebut salah satunya yaitu membahas perlengkapan dan sesaji yang digunakan dalam proses persembahyangan yang disesuaikan dengan budaya lokal daerah setempat. 

Direktur Urusan Agama Hindu I Gusti Made Sunartha dalam rapat koordinasi tersebut mengatakan, untuk memberikan warna nuansa dan daerah, ada beberapa teknis yang harus dikritisi terutama terkait pinandita yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta. 
Ia mengatakan, mengenai teknis yang diterapkan harus berdasarkan Desa, Kala, Tatwa.

"Teknis di antaranya adalah mengenai upacara yang dilakukan di keraton, karena Candi Prambanan merupakan bagian dari keraton itu sendiri kita menerapkan semuanya berdasarkan Desa, Kala, Tatwa yang membawa kebudayaan sendiri," katanya.

Selain itu, kata dia untuk banten disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah masing-masing yang mendapatkan giliran persembahyangan.

Dalam kesempatan itu, Made Sunartha menekankan bahwa Candi Prambanan harus memberikan warna dan nuansa Hindu di untuk dijadikan ikon umat Hindu saat ada ceremonial.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bimbingan Masyarakat Hindu (Bimas Hindu) Jawa Tengah Eko Pujianto mengatakan bahwa rapat ini diharapkan menciptakan kebersamaan dan mengurangi sensitivitas. 

"Tujuan kita memanfaatkan Candi Prambanan adalah semata-mata untuk mencapai kebersamaan dan mengurangi sensitivitas teman-teman di Klaten. Dan melalui diskusi ini hanya Pembimas Yogya dan Jateng yang bisa mengakomodir," kata Eko Pujianto.

Adapun hasil diksusi sementara mengenai teknis juknis yang akan diterapkan adalah, yaitu:

1. Perlengkapan upakara disesuaikan dengan kebutuhan.
2. Pada upacara hari raya dilaksanakan di masing-masing rumah lalu dilanjutkan persembahyangan di Candi Prambanan.
3. Membuat konsep perlengkapan upakara versi kejawen 
4. Parkir khusus untuk umat yang akan bersembahyang agar tidak menggangu pengunjung wisata di Candi Prambanan.

Dari rapat tesebut disepakati bahwa ntuk PIC kegiatan persembahyangan di Candi Prambanan dilimpahkan ke pembinas D.I Yogyakarta dan Pembimas Jawa Tengah. Kemudian untuk pembahasan juknis pedoman akan difinalkan setelah ada konsep dari pembimas D.I Yogyakarta, pembimas Jawa Tengah dan  PSN Korda Candi Prambanan.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kasubdit Pemberdayaan Umat Ni Wayan Pujiastuti, Ketua Penandita Sangraha Nusantara (PSN), JM. Gede Pastika dan 25 peserta yang berlangsung secara daring berpusat di ruang virtual zoom, Ditjen Bimas Hindu Lantai 14 Jl. MH Thamrin no 16 Jakarta.
 


Berita Pusat LAINNYA