Jakarta (Bimas Hindu) - Suasana penuh khidmat menyelimuti Pura Agung Widya Mandala, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Sabtu (16/8/2025) saat umat Hindu melaksanakan upacara Pujawali. Banyaknya umat Hindu yang berdomisili di Jabodetabek hadir untuk menghaturkan bhakti dan doa bersama demi kesejahteraan jagat.
Dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si.,menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama umat Hindu di DKI Jakarta dengan Ditjen Bimas Hindu dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan umat beragama.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada umat Hindu di Jakarta yang senantiasa menjaga persaudaraan dan harmonisasi kehidupan beragama. Kehadiran umat di perantauan tidak hanya untuk bersembahyang, tetapi juga menjaga citra Hindu yang rukun, damai, dan penuh toleransi,” ujar Dirjen Bimas Hindu dalam sambutannya.
Sad Kertih sebagai Landasan Keharmonisan
Dirjen Bimas Hindu juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai Sad Kertih sebagai landasan umat Hindu dalam menjaga harmonisasi kehidupan, yakni :
1. Atma Kertih – menjaga kesucian diri dan jiwa,
2. Segara Kertih – menjaga kelestarian laut,
3. Danu Kertih – memelihara sumber air,
4. Wana Kertih – melestarikan hutan,
5. Jagat Kertih – menjaga keharmonisan alam semesta,
6. Jana Kertih – membangun hubungan harmonis antar sesama manusia.
“Sad Kertih bukan hanya filosofi, tetapi juga pedoman nyata untuk membangun kehidupan yang damai dan harmonis di tengah masyarakat multikultural seperti Jakarta,” tegasnya.
Lebih jauh, Dirjen Bimas Hindu menekankan bahwa adat dan budaya Hindu harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, budaya adalah akar kekuatan Agama Hindu yang mengandung nilai luhur sejalan dengan ajaran dharma.
“Jika adat dan budaya terus kita pelihara, maka Hindu akan tetap kokoh di manapun kita berada. Budaya adalah roh yang menghidupkan agama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Hindu juga menyoroti peran strategis organisasi dan komunitas Hindu di perantauan. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai wadah aktivitas keagamaan, melainkan juga penguat persatuan, solidaritas, serta pelestarian budaya Hindu di tengah masyarakat urban.
Pujawali di Pura Agung Widya Mandala tahun ini menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai wujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sebagai pengingat akan tanggung jawab bersama dalam menjaga keharmonisan, budaya, dan persatuan umat Hindu di tanah rantau.