Tokoh Hindu Dorong Integrasi Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sebagai Pilar Umat Masa Depan

Tokoh Hindu Dorong Integrasi Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan sebagai Pilar Umat Masa Depan

Tangerang (BIMAS HINDU) - Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia, Dr. I Ketut Budiawan, menegaskan bahwa pembinaan umat masa depan harus dibangun di atas kesadaran ketuhanan dan kesadaran kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan I Ketut Budiawan saat menjadi narasumber Lokakarya Sesi Pertama Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama bertema “Menggagas Umat Masa Depan: Antara Idealita dan Realita” yang bertempat di Atria Hotel Tangerang, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekretaris Jenderal Kemenag, Eselon I dan II, serta jajaran pejabat Kementerian Agama.

I Ketut Budiawan menjelaskan, dalam ajaran Hindu dikenal dua konsep pengetahuan, yaitu Paravidya yang berkaitan dengan kesadaran ketuhanan dan Aparavidya yang berkaitan dengan kesadaran kemanusiaan.

Menurutnya, kedua konsep tersebut harus berjalan seimbang untuk membentuk umat yang beriman sekaligus peduli terhadap sesama.

Ia menyebut nilai-nilai tersebut sejalan dengan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Agama dan Pancasila, kata dia, saling menguatkan dalam mewujudkan keadilan dan kerukunan sosial.

Dalam forum tersebut, I Ketut Budiawan juga menyoroti peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama, termasuk melalui penguatan toleransi dan kerja sama antara pemerintah dan umat.

Salah satu contohnya adalah pengembangan ekoteologi, seperti program kepedulian lingkungan yang dijalankan Ditjen Bimas Hindu.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, seperti persoalan pendirian rumah ibadah, rendahnya minat membaca kitab suci, serta maraknya hoaks keagamaan di media sosial.

Menurutnya, tantangan tersebut perlu diatasi melalui regulasi yang jelas dan edukasi berkelanjutan.

I Ketut Budiawan menegaskan dukungan PHDI terhadap arah kebijakan Kementerian Agama, khususnya yang tertuang dalam Asta Protas Menteri Agama, guna mewujudkan kehidupan beragama yang rukun, adil, dan inklusif.

Lokakarya ini juga menghadirkan narasumber Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno dan Prof. Dr. Yudi Latif, M.A., Ph.D., serta dimoderatori oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Agama dan Keagamaan BMBPSDM, Mastuki.


Berita Pusat LAINNYA