Denpasar (Humas Hindu) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI melaksanakan visitasi izin pendirian dan operasional Adi Widyalaya Cening Bagus Denpasar melalui Zoom Meeting, Rabu (16/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubdit Pendidikan Dasar Ditjen Bimas Hindu, Raditya Dewa Agung, Kabid Pendidikan Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Kasi Pendidikan Hindu Kankemenag Kota Denpasar, staf Subdit Pendidikan Dasar, serta para guru dan pengelola Yayasan Bagus Widya Jendra.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pakar Yayasan Bagus Widya Jendra, Dewa Ayu N. Handayani, memaparkan latar belakang dan visi pendirian Adi Widyalaya Cening Bagus yang berlandaskan semangat menumbuhkembangkan peserta didik sejak dini melalui pendidikan yang berpondasi pada nilai keagamaan Hindu dan budi pekerti luhur.

“Kami memiliki keinginan kuat untuk mendidik anak-anak sejak dini dengan pendidikan berbasis spiritual dan karakter. Adi Widyalaya Cening Bagus hadir untuk mewadahi kebutuhan tersebut, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus,” ujar Dewa Ayu.
Yayasan Bagus Widya Jendra sendiri berdiri pada 9 Mei 2023, dan telah resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada 15 Mei 2023. Dalam pemaparannya, Dewa Ayu menjelaskan bahwa salah satu dasar pendirian Adi Widyalaya adalah adanya hambatan bagi alumni Pratama Widyalaya (PW) Cening Bagus untuk melanjutkan pendidikan di sekolah umum.
“Sebanyak 80 persen peserta didik kami adalah anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), sehingga banyak dari mereka diarahkan ke SLB. Para orang tua berharap agar anak-anak dapat tetap melanjutkan pendidikan di lingkungan yang memahami kebutuhan mereka,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Yayasan Bagus Widya Jendra berkomitmen menyediakan pendidikan yang inklusif, didukung oleh tenaga pendidik profesional serta kolaborasi dengan dokter, apoteker, dan psikolog dalam mendampingi proses belajar peserta didik.
Sejak berdirinya, yayasan ini juga telah menerima berbagai bentuk dukungan dari Ditjen Bimas Hindu, antara lain berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), insentif guru, kesempatan mengikuti PPG, serta bantuan sarana dan prasarana pendidikan.
Kasubdit Pendidikan Dasar, Raditya Dewa Agung, dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap upaya Yayasan Bagus Widya Jendra yang telah menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pengembangan pendidikan Hindu yang inklusif dan berkeadilan.
“Pendidikan Widyalaya, termasuk Adi Widyalaya Cening Bagus, merupakan bagian penting dari sistem pendidikan keagamaan Hindu. Kemenag mendukung penuh upaya yang dilakukan yayasan ini, apalagi dengan fokusnya pada peserta didik berkebutuhan khusus. Ini sejalan dengan arah kebijakan Menteri Agama Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., untuk menghadirkan pendidikan agama yang moderat, humanis, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Menteri Agama memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Widyalaya sebagai bagian dari transformasi pendidikan keagamaan yang inklusif, moderat, dan berkeadaban” ujar Raditya.
Tantangan ke depan juga menjadi perhatian bersama, mengingat pada tahun ajaran ini Adi Widyalaya Cening Bagus baru memiliki empat siswa, dan diproyeksikan akan menerima 38 siswa baru pada tahun 2026.
Saat ini, Adi Widyalaya Cening Bagus menempati lantai dua dan berada satu atap dengan Pratama Widyalaya (PW) Cening Bagus karena keterbatasan lahan yang ada. Namun demikian, semangat untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi muda tetap menjadi komitmen utama seluruh pihak.
Kegiatan visitasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan pembinaan antara Ditjen Bimas Hindu dengan pengelola Widyalaya di seluruh daerah, sehingga sistem pendidikan Hindu semakin maju, inklusif, dan selaras dengan nilai-nilai Tat Twam Asi.