Wamenag Romo Syafi’I, Bahasa Adalah Perekat Kuat Bangsa dan Cermin Persatuan Indonesia

Wamenag Romo Syafi’I, Bahasa Adalah Perekat Kuat Bangsa dan Cermin Persatuan Indonesia

Jakarta (BIMAS HINDU) - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa bahasa memiliki peran penting sebagai perekat kuat bangsa Indonesia. Penegasan ini disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Menyongsong Bulan Bahasa dan Sastra 2025 yang diselenggarakan oleh Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) di Jakarta, Minggu (05/10/2025).

Acara yang digelar dengan semangat kebangsaan ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Sastrawan dan Budayawan Taufiq Ismail, serta para anggota Forhati dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Romo Syafi’i mengingatkan kembali sejarah penting lahirnya bahasa persatuan.

“Bahasa adalah perekat kuat bangsa ini. Jika kita melihat perjuangan melawan penjajah, tahun 1928 melalui Sumpah Pemuda lahir bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia. Tujuh belas tahun kemudian, bangsa ini berhasil memproklamasikan kemerdekaan. Salah satu kekuatannya adalah bahasa persatuan,” tegasnya.

Wamenag juga menilai bahwa kegiatan yang diinisiasi Forhati ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat nilai kebangsaan melalui bahasa dan sastra. Ia memuji semangat Forhati yang terus menjaga warisan kebudayaan dan memperkuat identitas nasional melalui karya.

“Saya mendukung penuh kegiatan ini. Ini sejalan dengan apa yang saya yakini, karena tujuan kita sama mensejahterakan bangsa ini bersama seluruh umat tanpa memandang agama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Romo Syafi’i menyinggung bahwa Forhati merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari HMI dan Kahmi yang bernafaskan semangat keislaman. Menurutnya, acara ini menjadi cerminan dari semangat tersebut dalam konteks kebangsaan dan keberagaman.

Sementara itu, Koordinator Presidium Forhati Nasional, Jamilah Abdul Ghani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kecintaan Forhati terhadap bahasa dan sastra.

“Acara ini adalah bentuk cinta kami terhadap bahasa dan sastra. Saya bangga malam ini bisa berkumpul bersama para tokoh bangsa dan insan budaya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Forhati juga meluncurkan buku kumpulan esai dan puisi hasil lomba nasional yang sebelumnya digelar sebagai rangkaian kegiatan menyongsong Bulan Bahasa dan Sastra.

Jamilah berharap Forhati dapat terus menjadi obor bangsa yang menginspirasi generasi muda dalam menjaga semangat persatuan dan memperkuat karakter bangsa melalui bahasa dan karya sastra.

“Kami ingin Forhati selalu menjadi cahaya yang mengawal bangsa menuju kemajuan,” tutupnya.


Berita Pusat LAINNYA