Webinar Nasional: Dirjen Bedah Konsep Maharddhika Sangsthita Wedha sebagai Fondasi Karakter Umat

Webinar Nasional: Dirjen Bedah Konsep Maharddhika Sangsthita Wedha sebagai Fondasi Karakter Umat

DENPASAR (Bimas Hindu) – Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menyelenggarakan Webinar Nasional Seri ke-4 bertajuk Dharma Tetimbang Mangaja Sastra dengan tema “Maharddhika Sangsthita Weda”, Rabu (20/8/2025). 

Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung di YouTube Ramabali, dengan menghadirkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., sebagai keynote speaker.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, dosen, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat. Acara berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam menyimak relevansi ajaran klasik Hindu di era modern.

Prof. Duija menjelaskan, kata Maharddhika berasal dari bahasa Sanskerta: maha (agung, besar) dan arddhika (berkekuatan, berjaya, berkemampuan). Konsep ini merujuk pada jiwa yang merdeka, kuat, berdaulat, dan luhur. Sementara itu, Sangsthita Weda bermakna tegaknya Weda sebagai sumber ajaran kebenaran, kebajikan, dan tatanan hidup.

“Tema ini mengandung pesan bahwa kebesaran jiwa dan kedaulatan manusia lahir ketika hidupnya berlandaskan Weda,” tegas Prof. Duija.

Dalam pemaparannya, Prof. Duija menekankan bahwa Kekawin Ramayana bukan sekadar karya sastra, melainkan cermin ajaran dharma. Nilai Maharddhika tercermin dalam beberapa tokoh utama:

  • Prabhu Rama: Maharddhika Purusa, teladan kesetiaan, pengendalian diri, dan keberanian menepati janji.
  • Dewi Sita: Maharddhika Strī, simbol kemuliaan perempuan yang menjaga kesucian dan integritas spiritual.
  • Hanuman: Maharddhika Bhakti, menunjukkan bahwa kekuatan sejati lahir dari pengabdian tulus.

Ketiga tokoh ini memberikan pelajaran bahwa kemerdekaan sejati adalah kebebasan batin dari hawa nafsu, kebencian, dan keterikatan duniawi.

Prof. Duija menegaskan bahwa nilai-nilai Maharddhika Sangsthita Weda sangat relevan untuk kehidupan umat Hindu masa kini, antara lain:

  • Spiritual Freedom – pembebasan batin dari keserakahan, kebencian, dan kebodohan.
  • Religious Moderation – hidup seimbang, menolak ekstremitas, dan menempuh jalan tengah (madhyama marga).
  • Kemandirian Umat – membangun kemandirian dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan budaya.
  • Karakter Bangsa – membentuk generasi Hindu yang berintegritas, berani, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Di akhir pemaparan, Prof. Duija menegaskan bahwa Maharddhika Sangsthita Weda adalah jalan menuju kemerdekaan sejati, yaitu kebebasan batin untuk hidup teguh dalam dharma. Dengan berpegang pada Weda, umat Hindu diyakini mampu membangun arah moral dan spiritual yang kokoh dalam mewujudkan bangsa yang bermartabat.


Berita Pusat LAINNYA