Mataram (Bimas Hindu) — Dalam upaya mengakselerasi program prioritas Green Dharma (Ekoteologi) sekaligus memperkuat pendidikan karakter di satuan pendidikan formal Widyalaya, Pratama Widyalaya Jnana Vidya Kota Mataram menggelar kegiatan outing class berbasis lingkungan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (28/9/2026).
Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini dirancang secara interaktif untuk mengenalkan nilai-nilai keharmonisan alam (Tri Hita Karana) dan ekoteologi Hindu kepada 13 siswa usia dini melalui pengalaman belajar langsung di alam terbuka.
Melalui eksplorasi lingkungan secara langsung, para siswa diajak membangun kebiasaan sederhana namun substantif, seperti merawat tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghargai setiap mahluk ciptaan Tuhan.
Kepala Pratama Widyalaya Jnana Vidya Kota Mataram, Rudy Harta, menjelaskan bahwa penanaman kesadaran ekologis pada jenjang pendidikan Widyalaya usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Hindu yang berkarakter dan berwawasan lingkungan.
“Ekoteologi tidak cukup disampaikan sebatas teori di dalam ruang kelas, melainkan melalui pengalaman afektif secara langsung. Anak-anak perlu diajak mengenal, menikmati, sekaligus belajar menjaga alam agar tumbuh rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujar Rudy Harta.
Rudy menambahkan bahwa pendidikan keagamaan Hindu memiliki ajaran luhur untuk membangun hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam semesta (Palemahan). Melalui outing class ini, nilai-nilai spiritualitas diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyenangkan bagi anak-anak.
Melalui penguatan kurikulum berbasis ekoteologi di seluruh satuan Widyalaya (Pratama, Pratama Utama, Adi, Madyama, dan Utama Widyalaya), Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus mewujudkan lembaga pendidikan keagamaan Hindu yang unggul, berkarakter, dan berwawasan pelestarian lingkungan di seluruh Indonesia.
Kontributor: Pande Putu