Tana Toraja (Bimas Hindu) – Pratama Widyalaya Panaungan di Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, mencatat jumlah peserta didik sebanyak 11 orang pada tahun 2026. Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari perkembangan layanan pendidikan agama Hindu di wilayah pegunungan yang memiliki tantangan akses dan kondisi geografis.
Proses pembelajaran berlangsung di ruang kelas pada 29 September 2026. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar dengan pendampingan tenaga pendidik serta memanfaatkan layar digital sebagai salah satu perangkat pendukung pembelajaran.
Kepala Pratama Widyalaya Panaungan, Mathius Tengnge', mengatakan peningkatan jumlah peserta didik menjadi dorongan bagi pihak sekolah untuk menjaga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
“Kurre Sumanga', saat ini kami memiliki 11 siswa. Kami terus berupaya memastikan proses pembelajaran berjalan dengan sangat kondusif,” ujar Mathius.
Ia mengatakan kondisi geografis di kawasan pegunungan tidak menyurutkan komitmen tenaga pendidik dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Hindu di Makale Selatan.
“Kendala geografis di wilayah pegunungan justru menjadi pemacu semangat kami untuk terus mengabdi dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Hindu di Makale Selatan,” katanya.
Menurut Mathius, perkembangan jumlah peserta didik tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat kepada sekolah serta upaya para guru menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa.
Peningkatan jumlah siswa juga terlihat dari aktivitas pembelajaran di dalam kelas. Para peserta didik mengikuti kegiatan belajar sekaligus menunjukkan hasil karya mewarnai yang mereka buat dengan pendampingan kepala sekolah dan tenaga pendidik.
Fasilitas pembelajaran turut mendukung aktivitas belajar siswa. Penggunaan layar digital di ruang kelas menjadi salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk membantu penyampaian materi kepada peserta didik.
Keberadaan Pratama Widyalaya Panaungan menjadi akses pendidikan agama Hindu bagi anak-anak di Makale Selatan. Letaknya di kawasan pegunungan membuat keberadaan satuan pendidikan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan keagamaan di sekitar tempat tinggal mereka.
Perkembangan jumlah peserta didik menjadi catatan bagi sekolah untuk terus memperkuat kualitas layanan pendidikan, baik melalui proses pembelajaran, ketersediaan tenaga pendidik maupun pemanfaatan fasilitas yang mendukung kebutuhan siswa.
Dengan bertambahnya peserta didik, Pratama Widyalaya Panaungan tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan agama, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak Hindu untuk memperoleh pengetahuan keagamaan dan mengembangkan karakter melalui proses belajar yang berlangsung di lingkungan mereka sendiri.
Kontributor : I Ketut Artana Muliadi