Gunungkidul (Bimas Hindu) — Dalam upaya memperkuat fondasi ketahanan keluarga serta mengeksekusi program prioritas Rumah Bimbingan Keluarga Sukinah (RBKS), Bimas Hindu DIY menggelar sarasehan edukasi swadharma perempuan Hindu di Pura Bhakti Agung, Gudang, Ngawen, Gunungkidul, Senin (28/9/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anggota kelompok binaan perempuan dengan fokus pembekalan peran strategis wanita dalam membangun tatanan keluarga yang harmonis, bahagia, dan sejahtera berlandaskan ajaran Dharma.
Tim Bimbingan Keluarga Sukinah Gunungkidul, Rahayu Fitriyani, menegaskan bahwa swadharma perempuan Hindu mencakup spektrum tanggung jawab yang luas, baik sebagai istri, ibu, pendidik karakter anak, maupun anggota masyarakat.
“Membangun Rumah Bimbingan Keluarga Sukinah memerlukan pemahaman swadharma yang utuh. Ketika seorang perempuan mampu menjalankan tugas keluarga dan kemasyarakatan dengan penuh kesadaran serta berlandaskan Dharma, maka dari situlah lahir ketahanan keluarga yang kokoh,” ungkap Rahayu Fitriyani.
Rahayu menambahkan bahwa di tengah tantangan kehidupan modern, perempuan memegang peranan sentral sebagai benteng utama dalam menanamkan nilai-nilai Sraddha dan Bhakti sejak dini kepada anak-anak.
“Keluarga Sukinah tidak hanya diukur dari pemenuhan kebutuhan material, melainkan dari kualitas komunikasi, keteladanan, serta kehidupan spiritual yang kuat. Keberhasilan ibu dalam mendidik karakter anak menjadi kunci keberlanjutan generasi muda Hindu yang berdaya saing,” jelasnya.
Melalui penguatan program RBKS yang menyasar kelompok-kelompok wanita di tingkat lokal ini, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus menghadirkan pendampingan keluarga yang berkelanjutan guna menekan angka keretakan rumah tangga serta mewujudkan masyarakat Hindu yang harmonis dan mandiri.
Kontributor: Heni Purwanti