Berdayakan Perempuan Hindu Linggoasri, WHDI Pekalongan Kelola Usaha Bersama dan Rutin Punia ke Pura

Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Pekalongan sukses membangun kemandirian ekonomi umat Hindu di Desa Linggoasri

Pekalongan (Bimas Hindu) — Berawal dari gerakan persembahyangan dan arisan keliling antar rumah, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Pekalongan sukses membangun kemandirian ekonomi umat Hindu di Desa Linggoasri melalui Koperasi Dewi Sri Mahalaksmi yang kini mencatatkan omzet tahunan mencapai Rp500 juta per Senin (7/9/2026).

Koperasi yang didirikan sejak 7 September 2017 ini semula hanya bermodalkan uang kas sebesar Rp400 ribu dari 12 orang anggota pendiri. Berkat konsistensi tata kelola usaha dan semangat gotong royong, lembaga ekonomi ini resmi berbadan hukum pada 2023 di bawah naungan Dinas Koperasi Kabupaten Pekalongan dan kini menaungi 55 anggota aktif.

Selain mengoperasikan dua unit usaha kios sembako dan layanan simpan pinjam, Koperasi Dewi Sri Mahalaksmi memiliki keunggulan teologis dengan mengalokasikan persentase Sisa Hasil Usaha (SHU) dalam bentuk Dana Punia untuk mendukung operasional ritual, perawatan Pura, dan baksos keagamaan di Desa Linggoasri.

Ketua Koperasi Dewi Sri Mahalaksmi, Dian Styarini, S.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan koperasi ini menjadi ruang belajar bersama bagi perempuan Hindu dalam mengelola modal usaha agar berdampak bagi kesejahteraan anggota.

"Awalnya kami tidak banyak mengetahui bagaimana mengelola lembaga koperasi. Namun, secara perlahan pengurus dan pengelola terus belajar memutar modal yang berasal dari anggota agar dapat berkembang dan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat," ungkap Dian.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Pekalongan yang juga pendiri koperasi, Kusnaeni, S.Sos., menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Dewi Sri Mahalaksmi merupakan bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan dapat diintegrasikan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

"Dalam berbagai kegiatan, seperti bakti sosial Nyepi, keperluan upacara di pura, serta kebutuhan logistik ketika pura melaksanakan kegiatan, koperasi dapat membantu menangani kebutuhan tersebut. Keberadaan koperasi ini sangat vital bagi keberlanjutan sosial keagamaan umat Hindu di Desa Linggoasri," jelas Kusnaeni.

Melalui keberhasilan penguatan ekonomi berbasis Dharma ini, Kemenag Kabupaten Pekalongan mengapresiasi terobosan WHDI Linggoasri sebagai percontohan (role model) pilar kemandirian ekonomi umat Hindu berbasis desa di Jawa Tengah.

 

Kontributor: Kusnaeni, S. Sos


Berita Daerah LAINNYA