Karanganyar (Bimas Hindu) — Menguatkan budaya literasi keagamaan sekaligus menumbuhkan kedekatan generasi muda dengan kitab suci, Kemenag Kabupaten Karanganyar mendampingi pembelajaran Bhagavad Gita di Pasraman Sanathana Dharma, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang dirancang untuk memperkuat minat baca dan pemahaman teologi anak-anak ini diisi langsung oleh Penyuluh Agama Hindu Kemenag Karanganyar, Sri Wagini. Pembelajaran berfokus pada teknik pembacaan sloka yang tepat serta penguraian nilai-nilai Dharma yang kontekstual bagi kehidupan anak sehari-hari.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Karanganyar, Sri Wagini, menjelaskan bahwa pengenalan Bhagavad Gita sejak usia dini sangat krusial untuk membentuk karakter dan spiritualitas generasi penerus.
"Melalui kegiatan membaca Bhagavad Gita, kami berupaya menumbuhkan minat dan kebiasaan anak-anak untuk membaca kitab suci. Harapannya, mereka tidak hanya mampu membaca sloka, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya sehingga nilai-nilai Dharma dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Sri Wagini.
Ia menekankan bahwa pendekatan pembelajaran di pasraman dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar kitab suci dipahami sebagai pedoman hidup yang dekat, bukan sekadar hafalan teoritis yang rumit.
"Anak-anak perlu diberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka. Dengan demikian, membaca kitab suci tidak dipandang sebagai sesuatu yang sulit, tetapi menjadi kegiatan yang menarik dan dapat dilakukan secara rutin," tambahnya.
Melalui pendampingan di Pasraman Sanathana Dharma ini, Kemenag Karanganyar berkomitmen terus mendorong pengembangan pasraman sebagai pusat pendidikan keagamaan yang mampu mencetak generasi Hindu yang cerdas, berkarakter Dharma, serta memiliki keteguhan Sradha dan Bhakti.
Kontributor: Sri Wagini, S.Ag.