Pangkalpinang (Bimas Hindu) — Menguatkan komitmen pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus mengedukasi kepedulian lingkungan sejak dini, Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melepaskan 16 ekor Burung Perkutut Jawa di Kota Pangkalpinang, Minggu (6/9/2026).
Aksi nyata ekoteologi dalam rangka peringatan Hari Suci Tumpek Uye/Tumpek Kandang ini melibatkan anak-anak Pasraman Surya Kencana, ASN Kemenag, Penyuluh Agama Hindu, WHDI, serta tokoh umat setempat.
Penyesuaian program dilakukan secara adaptif di mana aksi penanaman pohon dialihkan menjadi aksi pelepasan satwa guna merespons kondisi cuaca ekstrem dan suhu panas di wilayah Pangkalpinang, sehingga lebih memberikan dampak langsung bagi keseimbangan ekosistem alaminya.
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, I Nengah Wiardiasa, menegaskan bahwa nilai teologis Tri Hita Karana dan Ahimsa (pantang menyakiti makhluk hidup) harus diwujudkan dalam gerakan sosial yang konkret.
"Tumpek Uye bukan sekadar momentum untuk melaksanakan upacara, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan dengan seluruh makhluk hidup. Pelepasan burung ke alam bebas ini merupakan salah satu bentuk nyata implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari," terang I Nengah Wiardiasa.
I Nengah menambahkan bahwa pelibatan siswa-siswi pasraman secara langsung bertengger pada visi pembentukan karakter generasi muda yang berakar pada ajaran Tat Twam Asi dan Vasudhaiva Kutumbakam (seluruh kehidupan adalah satu kesatuan keluarga).
Melalui aksi pelestarian satwa ini, Kemenag Babel berkomitmen terus mendorong transformasi peringatan hari suci keagamaan menjadi gerakan Eco-Dharma yang berkelanjutan demi merawat kelestarian bumi dan keharmonisan alam semesta.
Kontributor: G.A.K. Triana Pratiwi, S.Pd.