KLUNGKUNG (Bimas Hindu) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung melalui Penyuluh Agama Hindu memperkuat bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Wantilan Pura Dadia Pande, Banjar Palak, Dusun Gunung Rata, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan pada Senin (7/9/2026). Kegiatan ini digelar guna mendorong regenerasi serta kesadaran umat dalam menjaga keberlanjutan tradisi Hindu sejak dini.
Kegiatan yang diikuti oleh prajuru dan pengempon pura ini dikemas secara interaktif. Selain membahas tata kelola tempat ibadah, forum ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai pelaksanaan yadnya, pembuatan sarana upakara, hingga tantangan regenerasi generasi muda Hindu di lingkungan masyarakat.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Ayu Putri Suryaningrat, menegaskan bahwa peran keluarga dan tempat ibadah sangat krusial dalam membentuk kebiasaan beragama anak. Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan dan dilibatkan langsung dalam pembuatan sarana upakara sederhana agar tumbuh rasa memiliki terhadap tradisi.
“Dalam keluarga, pendidikan agama bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Anak dikenalkan untuk sembahyang, mengetahui nilai-nilai agama, dan melihat langsung keteladanan dari orang tua. Kalau anak-anak muda tidak mulai dikenalkan dan dilibatkan dari sekarang, nantinya akan semakin sedikit yang memahami keterampilan upakara tersebut,” tegas Ayu Putri Suryaningrat.
Harapan senada disampaikan oleh salah satu pengempon Pura Dadia Pande, Ketut Dery. Ia menyambut positif pembinaan ini dan berharap ke depan ada program penyuluhan khusus yang menyasar kalangan remaja untuk pelatihan pembuatan upakara.
"Kami sangat menyambut baik pembinaan dari Kemenag Klungkung ini. Ke depan, kami berharap ada program penyuluhan khusus yang menyasar anak-anak muda dan remaja, terutama pelatihan praktis pembuatan sarana upakara. Dengan begitu, generasi muda kita tidak hanya hadir saat upacara, tetapi juga paham dan terampil merawat tradisi keagamaan kita," ujar Ketut Dery.
Kontributor: I Putu Wisnawa Jaya Antika