Lombok Barat (Bimas Hindu) — Mengaktualisasikan ajaran Tat Twam Asi dan teologi lingkungan secara konkret, Pembimbing Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB bersama umat Hindu menggelar aksi Wanara Sedana di kawasan Pura Pembersihan Suranadi, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan memberi makan kawanan satwa penghuni hutan Suranadi ini dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Raya Tumpek Uye/Tumpek Kandang. Aksi tersebut menjadi wujud komitmen teologis umat dalam merawat keharmonisan Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan (hubungan harmonis manusia dengan lingkungan alam).
Seluruh rangkaian penyerahan pakan satwa dilakukan secara tertib dengan tetap menjaga kelestarian, kebersihan, serta estetika ekosistem Pura Pembersihan Suranadi.
Perwakilan Bimas Hindu Kanwil Kemenag NTB menjelaskan bahwa pemaknaan Tumpek Uye harus mentransformasi kesadaran umat dari sebatas ritual seremonial menjadi aksi kepedulian lingkungan yang nyata di lapangan.
"Aksi Wanara Sedana ini bukan sekadar tradisi memberi makan satwa, tetapi merupakan bagian dari pemaknaan mendalam ajaran Tat Twam Asi—bahwa kita dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan adalah satu kesatuan. Melalui kegiatan ini, kita menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan," terangnya.
Pelaksanaan Wanara Sedana yang melibatkan unsur penyuluh agama, pimpinan lembaga keagamaan, serta tokoh masyarakat setempat ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun budaya peduli satwa di tengah masyarakat.
Melalui sinergi keumatan dan konservasi lingkungan ini, Kemenag NTB berkomitmen untuk terus mendorong pelaksanaan hari-hari suci keagamaan Hindu yang adaptif, ramah lingkungan, serta memberikan dampak langsung bagi kelestarian alam Bali dan Nusa Tenggara.
Kontributor: Pande Putu Dwi Telaksana