PALANGKARAYA, (BIMAS HINDU) - Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangkaraya menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada hari Rabu, (14/8/2024).
Acara FGD yang dihadiri oleh berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi maupun pemerintah ini diselenggarakan untuk menanggapi kebijakan baru terkait pelaksanaan PPG yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama pada tahun 2024.
Acara ini, secara resmi dibuka oleh Rektor IAHN Tampung Penyang Dr. Pujiono. Dalam sambutannya, Pujiono menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta, baik yang hadir secara langsung maupun melalui platform daring.
"Diharapkan agar diskusi ini dapat menghasilkan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas guru di Indonesia, khususnya di lingkungan pendidikan Hindu," katanya.
Sebagai narasumber utama, Dr. Yasin memaparkan kebijakan umum terkait pelaksanaan PPG oleh Kementerian Agama. Ia menekankan pentingnya program ini sebagai instrumen peningkatan kualitas guru, dengan target agar semua guru yang diluluskan dari program ini mampu memenuhi standar nasional yang ketat.
"Kebijakan PPG ini dirancang untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam pendidikan agama Hindu, terus meningkat. Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk mencetak guru-guru yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan," ujar Dr. Yasin.
Selain pemaparan mengenai kebijakan, diskusi dalam FGD juga menyoroti beberapa topik penting, termasuk operasional PPG yang diatur dalam SK Kementerian Agama Nomor 809 Tahun 2024 yang diterbitkan pada 17 Juli 2024.
Peserta FGD juga membahas strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan profesi guru, serta tantangan dan peluang dalam implementasi kebijakan baru ini.
Tokoh-tokoh penting yang hadir dalam acara ini antara lain Rektor IAHN Palangkaraya, perwakilan dari Ditjen Bimas Hindu, serta akademisi dan guru dari berbagai wilayah. Diskusi yang berlangsung interaktif ini diharapkan mampu memberikan solusi konkret untuk pelaksanaan PPG yang lebih efektif di tahun-tahun mendatang.
FGD ini diakhiri dengan komitmen dari semua pihak untuk terus mendukung program PPG sebagai upaya mencetak tenaga pendidik yang mampu memberikan pendidikan berkualitas bagi generasi mendatang.