Gunungkidul (Bimas Hindu) - Kekeringan yang berlangsung di sejumlah wilayah Gunungkidul mendorong Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Hindu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun langsung membantu masyarakat. Sebanyak bantuan air bersih disalurkan kepada warga Pucung dan Ngepoh, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (14/9/2026).
Bantuan diserahkan Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama DIY, Didik Widya Putra, S.E., M.M., bersama jajaran staf dan Pokjaluh Hindu DIY. Penyaluran air bersih menyasar masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan air akibat kemarau berkepanjangan, termasuk umat Hindu di wilayah tersebut.
Didik Widya Putra mengapresiasi kepedulian para penyuluh yang menyisihkan sebagian pendapatan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan. Menurutnya, tugas penyuluh tidak berhenti pada pembinaan keagamaan, tetapi juga mencakup kepekaan terhadap persoalan sosial di wilayah binaan.
“Kepedulian Pokjaluh Hindu kepada umat yang sedang mengalami kekeringan patut diapresiasi. Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk dipuniakan, para penyuluh telah menunjukkan bentuk nyata pengabdian. Tugas penyuluh bukan hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga tanggap terhadap situasi dan kondisi masyarakat di wilayah binaannya,” ujar Didik.
Ia menilai nilai Dharma dapat diwujudkan melalui tindakan konkret ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Kehadiran penyuluh di tengah warga, kata dia, perlu memberi manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
“Penyuluh juga harus memiliki kepekaan sosial terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika umat mengalami kesulitan, kehadiran kita harus mampu memberikan manfaat nyata. Kepedulian kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi kekuatan besar untuk meringankan beban sesama,” tambahnya.
Penyuluh Agama Hindu DIY, Widiantoro dan Mujirah, mengatakan keterbatasan air menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang menghadapi kekeringan. Kondisi tersebut menjadi alasan para penyuluh ikut mengambil bagian dalam penyaluran bantuan.
“Air merupakan kebutuhan pokok untuk hidup. Sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi kekeringan ini, kami berusaha membantu semampu kami untuk meringankan beban masyarakat, khususnya umat Hindu yang ada di Kabupaten Gunungkidul,” ungkapnya.
Senada, AA Istri Tirta Rarasati dan Puji Yanti menyebut penyaluran bantuan menjadi bagian dari pelayanan kepada umat dan masyarakat. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
“Ini merupakan salah satu bagian dari tugas kami untuk melayani umat. Semoga bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Kami memberikan dengan sukacita sebagai wujud kepedulian kepada sesama,” tuturnya.
Salah satu warga, Munaji, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan para penyuluh Hindu se-DIY. Menurutnya, pasokan air menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Saptosari selama kekeringan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi para penyuluh seluruh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah membantu meringankan beban umat kami. Saat ini memang terjadi kekeringan yang cukup panjang, sehingga bantuan tangki air bersih ini sangat membantu masyarakat,” kata Munaji.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memberi dukungan moral di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
“Mudah-mudahan apa yang diberikan hari ini bermanfaat bagi masyarakat Saptosari. Kami juga berharap kemarau ini tidak berlangsung panjang sehingga umat dan masyarakat di Saptosari dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Penyaluran air bersih di Saptosari memperlihatkan peran penyuluh agama yang bersentuhan langsung dengan persoalan kehidupan masyarakat. Dari kebutuhan dasar seperti air, pelayanan umat diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial dan gotong royong.
Aksi tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara penyuluh, umat, dan masyarakat di wilayah binaan. Nilai Dharma tidak hanya disampaikan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga hadir dalam tindakan nyata untuk membantu sesama.
Kontributor : Heni Purwanti