Hijaukan Kawasan Suci, Akademisi STAHN Jawa Dwipa Pimpin Gerakan Penanaman Pohon dan Restorasi Lingkungan Pura

Aksi penghijauan kawasan suci.

Klaten (Bimas Hindu) — Dalam upaya membumikan ajaran Tri Hita Karana serta mewujudkan lingkungan tempat ibadah yang asri dan berkelanjutan, jajaran akademisi dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Jawa Dwipa menggalang aksi penghijauan kawasan suci. Kegiatan penanaman pohon dan penataan lingkungan tempat ibadah ini dipusatkan di Pura Mangku Buana Sakti, Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Sabtu (17/10/2026).

Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada aksi nyata penanaman pohon peneduh dan tanaman hias upakara di sekeliling area pura. Penanaman pohon ini dirancang sebagai instrumen ekoteologi untuk menciptakan ekosistem kawasan suci yang sejuk, merawat resapan air, serta mendukung kekhusyukan umat dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan persembahyangan.

Perwakilan civitas akademika STAHN Jawa Dwipa pelaksana pengabdian masyarakat menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam sekitarnya (Palemahan) merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab moral dan spiritual umat Hindu.

“Penanaman pohon di kawasan suci ini adalah wujud konkret transformasi ajaran ekoteologi. Melalui aksi penghijauan ini, akademisi dan mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori keagamaan di ruang kelas, tetapi juga hadir merawat lingkungan pura agar tetap hijau, indah, dan lestari demi kenyamanan persembahyangan umat,” jelas perwakilan tim pengabdian setempat.

Aksi penghijauan tersebut juga dirangkaikan dengan pembersihan area pura serta penyerahan sarana penunjang peribadatan guna mendukung tata kelola rumah ibadah yang bersih dan tertib. Sinergi antara perguruan tinggi keagamaan dan pengurus desa adat ini mendapat respon positif dari tokoh masyarakat setempat yang berharap program penghijauan dapat terus diperluas.

Melalui konsistensi dalam gerakan restorasi lingkungan di rumah-rumah ibadah, Bimas Hindu terus mendorong seluruh elemen keumatan dan perguruan tinggi untuk menjadikan nilai-nilai ekoteologi sebagai pijakan utama dalam menjaga keharmonisan alam semesta.

 

Kontributor: Toto Margiyono


Berita Daerah LAINNYA