Gianyar (Bimas Hindu) — Dalam upaya mempercepat pemulihan sarana peribadatan yang terdampak bencana alam sekaligus memperkuat solidaritas keumatan, Kementerian Agama menyalurkan bantuan pemulihan untuk 10 rumah ibadah pura di Provinsi Bali. Penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan di Pura Taman Sindu Raja, Desa Adat Maniktawang, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Kamis (15/10/2026).
Program bantuan ini dirancang untuk memfasilitasi rekonstruksi fisik infrastruktur tempat suci yang rusak, sehingga umat Hindu dapat kembali menjalankan aktivitas keagamaan dan persembahyangan dengan aman dan nyaman. Skema penanganan darurat hingga pemulihan ini menegaskan komitmen kelembagaan dalam menjamin perlindungan sarana keagamaan serta mendampingi masyarakat pada situasi pascabencana.
Perwakilan pimpinan jajaran Bimas Hindu menegaskan bahwa dukungan ini merupakan wujud solidaritas nasional untuk membangkitkan kembali keberlangsungan kehidupan spiritual masyarakat di daerah terdampak.
“Penyaluran bantuan rehabilitasi ini adalah bentuk tanggung jawab kelembagaan untuk memastikan seluruh sarana ibadah umat yang terdampak bencana dapat segera difungsikan kembali. Rumah ibadah adalah pusat pembinaan karakter dan nilai spiritual. Dukungan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan fisik bangunan, tetapi juga memicu kembali semangat gotong royong warga dalam merawat tempat suci,” tegas perwakilan pimpinan Bimas Hindu di lokasi acara.
Apresiasi dan komitmen pengelolaan turut disampaikan oleh para pengelola pura dan tokoh masyarakat setempat. Seluruh dana bantuan dipastikan dikelola secara transparan, tertib administrasi, dan berorientasi pada ketepatan sasaran sesuai skala kerusakan fisik bangunan peribadatan.
Melalui integrasi antara bantuan pemerintah dan nilai luhur gotong royong (ngayah) masyarakat Bali, proses rekonstruksi 10 pura terdampak ini diharapkan dapat tuntas dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi cerminan bahwa penanganan dampak bencana pada sektor keagamaan dilakukan secara responsif guna menjaga keharmonisan dan ketahanan sosial umat.
Kontributor: I Wayan Wiguna Yasa