JAGAThita Hadir, Transformasi Digital Perkuat Pelayanan Umat Hindu

JAGAThita Hadir, Transformasi Digital Perkuat Pelayanan Umat Hindu

Serang (Bimas Hindu) – Transformasi digital mulai menyentuh pelayanan keagamaan umat Hindu di Provinsi Banten. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten meluncurkan aplikasi JAGAThita (Jaringan Global Umat Hitakarana) sebagai platform digital yang dirancang untuk memperkuat pelayanan, pembinaan, dan tata kelola organisasi umat Hindu. Inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten.

Peluncuran aplikasi bertema "Digitalisasi Pelayanan Umat Hindu" itu menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan keagamaan yang lebih cepat, mudah diakses, dan terintegrasi di tengah perkembangan teknologi informasi. Kehadiran JAGAThita juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan umat Hindu akan layanan yang adaptif sekaligus mendukung tata kelola organisasi yang modern dan transparan.

Ketua PHDI Provinsi Banten, IB Alit Wiratmaja, mengatakan digitalisasi merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat komunikasi antara organisasi dengan umat Hindu di berbagai daerah.

"JAGAThita kami hadirkan sebagai ruang pelayanan sekaligus pembinaan yang dapat diakses umat secara lebih mudah. Melalui aplikasi ini, kami ingin membangun ekosistem pelayanan yang efektif, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan umat di era digital," kata IB Alit Wiratmaja.

Senada dengan itu, Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Eko Sudono, menilai pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya mempercepat penyampaian informasi, tetapi juga memperkuat pembinaan umat secara berkelanjutan.

"Digitalisasi pelayanan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Melalui JAGAThita, masyarakat dapat mengakses informasi keagamaan, layanan organisasi, hingga berbagai materi pembinaan secara lebih praktis, sehingga pelayanan kepada umat menjadi semakin efektif dan berdampak," ujarnya.

JAGAThita dikembangkan sebagai ekosistem layanan terpadu yang mencakup pelayanan keagamaan, pengelolaan data umat, administrasi organisasi, layanan donasi (punia), hingga transaksi digital melalui fitur pembayaran QRIS. Aplikasi ini juga menyediakan berbagai fitur edukatif, seperti Pencerahan Tatwa, Admin Menjawab, dan Umat Bertanya, yang menjadi ruang interaktif bagi umat untuk memperoleh informasi dan pendalaman ajaran Hindu.

Dari sisi tata kelola, aplikasi menerapkan sistem closed loop, sehingga hanya pengguna yang telah terverifikasi oleh administrator yang dapat mengakses seluruh layanan. Pengelolaannya didukung sistem admin berjenjang mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi, dengan pengawasan materi yang tersentralisasi guna menjaga kualitas, validitas, dan akuntabilitas informasi.

Pengembangan konten JAGAThita melibatkan unsur PHDI, Bimas Hindu, Banjar, Paruman Pandita, Paruman Walaka, serta Penyuluh Agama Hindu. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai ajaran Hindu yang kredibel dan sesuai kebutuhan umat.

Peluncuran JAGAThita menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital pelayanan keagamaan Hindu di Banten. Melalui inovasi ini, PHDI Provinsi Banten berharap akses pelayanan semakin luas, tata kelola organisasi semakin profesional, serta pembinaan umat dapat berlangsung lebih efektif seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

#Bimas Hindu #Pembimas Hindu Banten #Hindu


Berita Daerah LAINNYA