Sorong (Bimas Hindu) – Kondisi sejumlah bagian bangunan Pura Jagad Dhita di Kabupaten Sorong yang mulai mengalami kerusakan mendorong pengurus pura bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sorong menyusun langkah rehabilitasi secara terpadu. Melalui pertemuan yang digelar di Madya Mandala Pura Jagad Sari SP 1, Minggu (19/7/2026), berbagai pihak menyepakati prioritas perbaikan sekaligus strategi pendanaan agar proses rehabilitasi dapat segera direalisasikan.
Rapat tersebut mempertemukan pengurus pura, PHDI, dan unsur Kemenag untuk menyamakan langkah dalam menentukan kebutuhan rehabilitasi yang paling mendesak. Selain membahas kondisi fisik bangunan, peserta juga menyusun skema pelaksanaan agar pekerjaan berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi umat Hindu di Kabupaten Sorong.
Sekretaris PHDI Kabupaten Sorong, Komang Elyana Supandi, mengatakan keberhasilan rehabilitasi rumah ibadah bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, perencanaan yang matang menjadi kunci agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan.
"Rehabilitasi pura bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga memastikan tempat ibadah tetap mampu menjadi pusat pembinaan umat. Karena itu, seluruh proses harus disusun bersama agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Sorong, Wayan Sarjana, M.Kes., menjelaskan hasil peninjauan lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan, terutama dinding dan lantai dasar, mengalami kerusakan yang memerlukan penanganan segera.
"Keselamatan dan kenyamanan umat harus menjadi prioritas. Perbaikan struktur yang mengalami keretakan perlu didahulukan agar seluruh kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman sebelum pekerjaan lain dilakukan secara bertahap," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Penyelenggara Bimas Hindu Kabupaten Sorong menyampaikan bahwa rehabilitasi Pura Jagad Dhita memperoleh dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp50 juta. Bantuan itu akan difokuskan pada pekerjaan prioritas sambil menunggu proses pengalokasian anggaran lanjutan dari pemerintah pusat.
Besaran kebutuhan rehabilitasi yang diperkirakan melampaui nilai bantuan pemerintah mendorong peserta rapat mencari alternatif pembiayaan melalui partisipasi umat. Skema gotong royong, punia, dan penggalangan dana disepakati sebagai langkah strategis untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi tanpa bergantung sepenuhnya pada dukungan anggaran negara.
"Bantuan pemerintah menjadi awal yang baik, tetapi semangat kebersamaan umat tetap menjadi kekuatan utama. Dengan gotong royong dan punia, kami optimistis rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat sesuai kebutuhan di lapangan," ungkap salah seorang peserta rapat.
Selain menyepakati prioritas pekerjaan, forum juga membahas penyusunan dokumen teknis dan administrasi sebagai persiapan sebelum rehabilitasi dilaksanakan. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pelaksanaan berjalan tertib, memenuhi ketentuan, serta memudahkan pengawasan penggunaan anggaran.
Bagi umat Hindu di Kabupaten Sorong, Pura Jagad Dhita tidak hanya menjadi tempat persembahyangan, tetapi juga ruang pembinaan keagamaan, pendidikan nilai-nilai dharma, dan penguatan kebersamaan. Karena itu, rehabilitasi bangunan dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan pelayanan keagamaan sekaligus memenuhi kebutuhan umat yang terus berkembang.
Hasil rapat menjadi pijakan awal bagi pelaksanaan rehabilitasi yang akan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan pendanaan. Sinergi antara dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya rumah ibadah yang lebih representatif, aman, dan nyaman sebagai pusat aktivitas keagamaan Hindu di Kabupaten Sorong.