Penyuluh Hindu Klaten Didorong Perkuat Kreativitas Digital, Media Sosial Jadi Ruang Edukasi Dharma

Dari ruang penyuluhan ke ruang digital, pesan Dharma menjangkau lebih luas.

Klaten (Bimas Hindu) - Perubahan pola komunikasi masyarakat mendorong Penyuluh Agama Hindu untuk memperluas cara menyampaikan pesan keagamaan. Tidak hanya melalui pertemuan langsung, penyuluhan kini diarahkan memanfaatkan media sosial sebagai ruang edukasi, publikasi kegiatan, sekaligus dokumentasi pelayanan kepada umat.

Penguatan tersebut dibahas dalam kegiatan Penguatan Kinerja Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Klaten yang berlangsung di Ruang Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Senin (10/8/2026). Kegiatan diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten Khumaidin, staf Penyelenggara Hindu, dan para Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Klaten.

Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh mengikuti diskusi mengenai strategi membuat konten digital yang informatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengalaman penyuluhan di lapangan juga menjadi bahan pembahasan untuk menentukan jenis informasi keagamaan yang relevan disampaikan melalui platform digital.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Khumaidin, mengatakan aktivitas penyuluhan perlu memiliki dokumentasi yang baik agar kerja pelayanan dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.

“Saya berharap para penyuluh aktif membuat konten di media sosial. Karena kalau kita hanya bekerja tanpa membuat laporan ataupun konten, maka hasilnya akan nihil,” ujar Khumaidin.

Menurutnya, media sosial tidak semata-mata digunakan untuk mempublikasikan kegiatan, tetapi dapat menjadi sarana memperkenalkan program penyuluhan dan menyampaikan informasi keagamaan secara lebih cepat kepada masyarakat.

“Penyuluh harus mengikuti perkembangan teknologi. Apa yang dikerjakan di lapangan perlu dikemas menjadi informasi yang bermanfaat sehingga masyarakat mengetahui bahwa penyuluhan hadir dan memberikan pelayanan,” katanya.

Penguatan kapasitas digital juga diarahkan agar penyuluh mampu mengubah materi keagamaan yang bersifat formal menjadi konten yang mudah dipahami tanpa kehilangan substansi. Pesan Dharma dapat disampaikan melalui tulisan singkat, video edukasi, dokumentasi kegiatan, maupun materi visual yang sesuai dengan karakter pengguna media sosial.

Dalam diskusi, para penyuluh juga berbagi pengalaman mengenai tantangan membuat konten. Salah satu perhatian adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kreativitas, akurasi informasi, etika komunikasi, dan nilai-nilai keagamaan.

“Konten keagamaan harus tetap memiliki dasar yang benar, tetapi cara menyampaikannya perlu menyesuaikan karakter masyarakat saat ini. Kreativitas diperlukan agar pesan Dharma dapat diterima dengan bahasa yang lebih dekat,” ujar salah satu penyuluh dalam diskusi.

Pemanfaatan media sosial juga memberikan ruang bagi penyuluh untuk mendokumentasikan kegiatan yang selama ini berlangsung di tengah masyarakat. Dokumentasi tersebut dapat menjadi rekam jejak pelayanan sekaligus sumber informasi bagi umat yang tidak dapat mengikuti kegiatan secara langsung.

Penguatan kinerja ini menempatkan penyuluh pada dua ruang pelayanan sekaligus, yakni ruang tatap muka dan ruang digital. Keduanya dapat saling melengkapi dalam memperluas jangkauan pembinaan keagamaan.

Bagi Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Klaten, pemanfaatan teknologi bukan sekadar tuntutan mengikuti perkembangan zaman. Media digital menjadi instrumen untuk memperluas akses informasi, memperkenalkan nilai-nilai Dharma, serta menunjukkan berbagai aktivitas pembinaan yang berlangsung di tengah masyarakat.

Dengan pola kerja tersebut, pelayanan penyuluhan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Pesan, pengalaman, dan pengetahuan yang diperoleh di lapangan dapat dikembangkan menjadi informasi digital yang terus diakses masyarakat dan menjadi bagian dari rekam jejak pelayanan keagamaan.

 

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Daerah LAINNYA