Boyolali (Bimas Hindu) — Dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting nasional sekaligus memperkuat fondasi ketahanan rumah tangga umat, jajaran Bimas Hindu mengintensifkan bimbingan perkawinan terpadu. Langkah pencegahan stunting dari hulu ini digelar melalui Pembinaan Keluarga Sukinah bagi pasangan keluarga muda dan calon pengantin Hindu di Gedung Sekretariat PHDI Kabupaten Boyolali, 25/10/2026.
Kegiatan pembinaan lintas sektor ini memadukan materi penguatan relasi spiritualitas keluarga dengan aspek medis kesehatan reproduksi. Pendekatan terintegrasi ini dirancang agar setiap pasangan memiliki kesiapan holistik baik mental, spiritual, maupun biologis sebelum melangsungkan jenjang pernikahan demi melahirkan generasi masa depan yang unggul dan bebas stunting.
Pembimbing Masyarakat Hindu Jawa Tengah, Eko Pujianto, menegaskan bahwa kebahagiaan dan keharmonisan keluarga (Sukinah) berakar pada kualitas komunikasi serta keteladanan orang tua dalam mempraktikkan ajaran dharma.
“Komunikasi yang sehat dan kerelaan menurunkan ego antaranggota keluarga menjadi kunci utama keharmonisan rumah tangga. Keteladanan orang tua dalam menjalankan kehidupan keagamaan sehari-hari merupakan fondasi utama agar anak-anak tumbuh dengan karakter luhur dan kesehatan mental yang kuat,” tutur Eko Pujianto saat membuka pembinaan.
Urgensi kesiapan fisik pranikah turut dipertegas oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Boyolali, Waluyo Jati. Ia memaparkan bahwa intervensi pencegahan anak lahir stunting harus dimulai melalui pemeriksaan kesehatan pranikah secara menyeluruh.
“Pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin bukan formalitas administratif, melainkan langkah krusial untuk memastikan kondisi fisik dan nutrisi pasangan benar-benar siap membangun keluarga dan mencetak generasi yang sehat serta terbebas dari stunting,” tegas Waluyo Jati di hadapan puluhan peserta.
Dari sisi psikologis dan relasi antarpersonal, akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dhyah Ayu Retno Widyastuti, memberikan pelatihan manajemen konflik serta teknik komunikasi empatik guna membangun kesepahaman jangka panjang dalam bahtera rumah tangga.
Melalui integrasi pembinaan keagamaan dan intervensi kesehatan terpadu ini, Bimas Hindu berkomitmen terus mendorong kesiapan pasangan muda Hindu agar mampu mewujudkan keluarga yang mandiri, harmonis, serta berkontribusi nyata dalam melahirkan generasi emas bangsa yang berkualitas.
Kontributor: Edi Sutrisno