Raih Empat Akreditasi Unggul, Institut Mpu Kuturan Perkuat Tata Kelola dan Dampak Kemasyarakatan

Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi mengantongi predikat akreditasi Unggul untuk empat program studi

Singaraja (Bimas Hindu) — Memperkuat komitmen penjaminan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperluas dampak kebermanfaatan akademik bagi masyarakat, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi mengantongi predikat akreditasi Unggul untuk empat program studi pada pertengahan September (16/9/2026).

Capaian mutakhir tersebut diraih setelah Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dan S2 Pendidikan Agama Hindu (PAH) menyusul dua prodi yang sebelumnya telah berpredikat Unggul, yakni S1 PGSD dan S1 PAH.

Keberhasilan meraih predikat tertinggi akreditasi ini merupakan hasil transformasi tata kelola akademik secara menyeluruh, termasuk penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta penguatan instrumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Rektor IAHN Mpu Kuturan, I Gede Suwindia, menegaskan bahwa perolehan akreditasi Unggul bukan sekadar pencapaian administratif semata, melainkan bukti keberlanjutan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Akreditasi Unggul bukanlah garis akhir, melainkan penanda proses yang telah kita lalui sekaligus pengingat bahwa tanggung jawab kita justru semakin besar untuk menjaga dan meningkatkan mutu,” tegas I Gede Suwindia.

Ia menambahkan bahwa indikator utama keberhasilan pendidikan tinggi terletak pada bagaimana lulusannya mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan integritas moral untuk menjawab tantangan di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata. Ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya ketika mahasiswa memperoleh gelar, tetapi saat pengetahuan dan karakter mereka mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan,” tambahnya.

Melalui pembenahan pedoman akademik dari tingkat institut hingga program studi, IAHN Mpu Kuturan kini memproyeksikan penambahan hingga enam prodi berpredikat Unggul sebagai fondasi utama menuju Akreditasi Institusi Unggul pada 2027 mendatang.

Langkah strategis ini menjadi wujud nyata Ditjen Bimas Hindu dalam mendorong perguruan tinggi keagamaan untuk terus tumbuh mengikuti perkembangan zaman tanpa mengesampingkan akar keilmuan Hindu Nusantara.

 

Kontributor: Putu Rika Mahardika


Berita Daerah LAINNYA