Bangli (BIMAS HINDU) — Kesehatan mental dan ketenangan jiwa merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari proses pemulihan fisik, terlebih bagi para kelompok rentan seperti warga lanjut usia. Menyadari urgensi tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli menghadirkan sentuhan spiritual melalui Program Ruang Pulih bagi para rehabilitan lansia di Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahotama, Selasa (21/07/2026).
Program yang mengintegrasikan pembinaan keagamaan ke dalam proses rehabilitasi medis ini dieksekusi secara langsung oleh tim Penyuluh Agama Hindu yang terdiri atas I Wayan Sudarma, Ni Wayan Gantiari, Ni Wayan Wiraswastini, dan I Gusti Ayu Nurcahyani.
Kegiatan pendampingan ini diawali dengan pelaksanaan Nitya Karma Puja, yang kemudian dirangkai dengan kultivasi pelafalan aksara suci AUM. Metode ini diterapkan secara khusus sebagai sarana terapi spiritual untuk menumbuhkan ketenangan batin sekaligus meningkatkan fokus dan konsentrasi para rehabilitan.
Memasuki sesi pembinaan inti, tim penyuluh memberikan materi dan bimbingan mengenai Mula Stawa, yakni doa atau mantra suci yang dipanjatkan sebelum memulai sebuah pekerjaan. Tidak hanya sekadar memberikan pemahaman makna, para lansia juga dituntun dengan penuh kesabaran untuk mempraktikkan pelafalan mantra beserta sikap tangan yang benar. Pendekatan ini bertujuan agar doa senantiasa menjadi kebiasaan yang melekat dalam setiap denyut aktivitas keseharian mereka.
Sebanyak 18 rehabilitan lansia terpantau mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan antusiasme yang tinggi. Sebagian besar peserta telah mampu mengikuti praktik secara mandiri, sementara beberapa rehabilitan lainnya terus mendapatkan pendampingan hangat dari para penyuluh. Terapi spiritual ini dipercaya mampu membantu menguatkan daya ingat, mengendalikan emosi, dan menumbuhkan kebiasaan positif bagi para pasien.
Mewakili tim, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Bangli menegaskan bahwa pembinaan keagamaan adalah fondasi esensial yang berjalan beriringan dengan penanganan medis dalam mendukung proses pemulihan pasien secara holistik.
"Melalui Program Ruang Pulih ini, Kementerian Agama berkomitmen kuat untuk hadir memberikan layanan pembinaan spiritual yang benar-benar menyentuh aspek mental, moral, dan keagamaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Mula Stawa mengajarkan setiap insan untuk selalu mengawali hari dan aktivitasnya dengan kesadaran akan kehadiran Tuhan. Kami berharap, kebiasaan sederhana ini mampu membangun ketenangan batin, memperkuat karakter, serta menjadi fondasi bagi proses pemulihan yang jauh lebih optimal," urai perwakilan tim Penyuluh Agama Hindu di sela-sela pendampingan.
Melalui keberlanjutan Program Ruang Pulih, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan inklusif. Harapannya, para rehabilitan tidak sekadar mendapatkan layanan pemulihan kesehatan secara klinis, tetapi juga menerima penguatan nilai-nilai keluhuran agama sebagai bekal untuk menjalani sisa kehidupan yang jauh lebih damai dan bermakna.