Karanganyar (Bimas Hindu) — Semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelayanan kemanusiaan ditunjukkan oleh Bala Hindu Dharma (BHIMA) Kecamatan Ngargoyoso yang berkolaborasi dengan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar melalui penyelenggaraan pertandingan laga amal. Kegiatan olahraga yang dipadukan dengan aksi sosial ini berlangsung dengan antusias di Lapangan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (18/7/2026).
Laga amal tersebut diselenggarakan sebagai langkah nyata sinergi umat Hindu dalam membangun pelayanan kemanusiaan berbasis nilai-nilai dharma. Seluruh hasil penggalangan dana yang terkumpul dalam kegiatan ini akan dialokasikan untuk pengadaan mobil layanan umat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum, baik untuk kegiatan sosial, kemanusiaan, maupun pelayanan keagamaan.
Ketua Panitia Kegiatan, Thukul Triatmo, menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari kepedulian bersama terhadap pentingnya sarana transportasi sosial bagi masyarakat luas.
"Kami berharap kehadiran mobil layanan umat ini mampu memberikan manfaat yang luas, serta menjadi bentuk nyata pengabdian umat Hindu kepada masyarakat," ujar Thukul Triatmo.
Secara teologis dan filosofis, aksi sosial ini merupakan wujud pengamalan ajaran luhur agama Hindu, yakni Manava Seva Madhava Seva, yang menegaskan bahwa melayani sesama manusia merupakan bentuk pelayanan tertinggi kepada Tuhan. Nilai spiritual ini mendorong umat Hindu untuk senantiasa mengedepankan kepedulian sosial, kasih sayang, dan pengabdian tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.
Selain itu, kegiatan ini dipromosikan berlandaskan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, sebuah prinsip yang mengajarkan bahwa "seluruh dunia adalah satu keluarga". Landasan ini menjadi pengingat bagi setiap individu akan tanggung jawab moral untuk saling membantu, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun kehidupan yang harmonis demi kesejahteraan bersama.
Melalui kolaborasi strategis antara organisasi kepemudaan/relawan BHIMA dan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong dan pelayanan kemanusiaan. Umat Hindu membuktikan bahwa ajaran dharma tidak hanya berhenti pada ritual keagamaan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan pengabdian kepada sesama merupakan fondasi utama dalam merawat kerukunan, kedamaian, dan kehidupan yang harmonis.